Cimahi (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Jawa Barat, mencatat sebanyak 16 orang terkonfirmasi positif campak dari 155 kasus suspek pada tahun 2026 berdasarkan hasil laboratorium.
Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati di Cimahi, Selasa, mengatakan data total suspek tersebut tidak hanya warga setempat karena sebagian pasien berasal dari luar daerah yang menjalani perawatan di Cimahi.
“Di Cimahi itu dari 155 suspek yang sudah positif 16 orang. Tapi itu bukan hanya warga Cimahi saja, ada juga dari luar daerah yang dirawat di fasilitas kesehatan Cimahi,” katanya.
Ia mengungkapkan sebanyak 15 orang diketahui belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin Measles-Rubella (MR) dari 16 kasus yang terkonfirmasi positif.
“Jadi 15 orang itu ternyata belum imunisasi campak. Kalau untuk di Kota Cimahi, imunisasi bisa dilakukan di rumah sakit, puskesmas, klinik, sampai bidan mandiri juga ada,” ujarnya.
Baca juga: Kemenkes tetapkan empat daerah di Sumsel KLB campak
Baca juga: Peningkatan cakupan vaksinasi bisa kendalikan campak
Ia juga menjelaskan imunisasi merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penularan campak karena mampu meningkatkan kekebalan tubuh anak.
Mulyati juga menyebut imunisasi dasar campak diberikan saat bayi berusia 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia 18 bulan, serta usia 5–7 tahun melalui Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Pada kesempatan tersebut Mulyati menambahkan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kota Cimahi pada 2025 telah mencapai di atas 95 persen.
Pihaknya juga mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk etika batuk dan bersin, untuk mencegah penularan penyakit.
Baca juga: Ratusan kasus campak ditemukan di Subang
Selain itu Mulyati juga mengimbau masyarakat untuk segera melakukan isolasi mandiri apabila mengalami gejala campak, seperti demam tinggi, batuk kering, pilek, mata merah, hingga muncul bercak putih di dalam mulut.
“Segera ke dokter atau puskesmas. Tenaga kesehatan akan memberikan vitamin A untuk mencegah komplikasi serius, seperti pneumonia atau radang otak,” ujarnya.
Ia menegaskan penderita campak dianjurkan tetap berada di rumah selama minimal empat hari setelah muncul ruam guna mencegah penularan ke orang lain karena dapat menyebabkan komplikasi permanen.
Pewarta: Ilham NugrahaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026