Sampit (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendukung pelaksanaan ritual Tiwah yang terus dilaksanakan masyarakat hingga kini, bahkan dikemas menarik untuk menarik wisatawan.
"Kehadiran kami sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan Tiwah. Kita tentu mendukung dan berharap Tiwah tetap dijalankan oleh masyarakat," kata Kepala Disbudpar Kotawaringin Timur Wim RK Benung di Sampit, Jumat.
Tiwah merupakan ritual pemeluk agama Kaharingan. Tiwah merupakan ritual penghormatan leluhur yang diyakini bertujuan mengantarkan arwah orang yang sudah meninggal menuju alam keabadian.
Baca juga: Akademisi FK UMPR ikuti PKM kolaborasi di desa wisata
Baca juga: Pemkab Gunung Mas kembangkan wisata
Ritual Tiwah mempunyai rangkaian cukup panjang sehingga memerlukan biaya tidak sedikit. Oleh karena itu, umumnya para ahli waris memerlukan waktu untuk persiapan hingga mereka bisa menggelar Tiwah untuk orang tua atau leluhur mereka.
Wim pada Minggu (26/10) menghadiri Ritual Tiwah atas undangan warga di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Dia mengapresiasi kekompakan masyarakat bersama pihak keluarga sehingga kegiatan tersebut berjalan lancar.
Kotawaringin Timur dukung pelaksanaan Tiwah tarik minat wisatawan
Jumat, 31 Oktober 2025 22:48 WIB
Kepala Disbudpar Kotim Wim RK Benung saat menghadiri Tiwah di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Minggu (26/10/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
