Jakarta (ANTARA) - Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) memperkuat komitmen terhadap transisi rendah karbon nasional dengan menyosialisasikan Greenship Award 2025 yang menjadi wadah kolaborasi dan apresiasi untuk pembangunan berkelanjutan di sektor bangunan.

Bangunan diketahui menyumbang hampir 40 persen emisi karbon global. Melalui sosialisasi ini, GBC Indonesia mendorong transformasi sektor konstruksi agar menjadi bagian dari solusi perubahan iklim dengan prinsip bangunan hijau yang efisien energi, hemat air, dan sehat bagi penghuninya.

Kegiatan yang digelar pada 30 Oktober 2025 di Jakarta itu menjadi momentum awal memperkenalkan konsep dan arah Greenship Award 2025, sejalan dengan target pemerintah menuju Net Zero Emission 2060 serta arah pembangunan berkelanjutan nasional.

“Bangunan adalah bagian dari solusi, bukan sumber masalah. Melalui desain dan pengelolaan yang bertanggung jawab, kita bisa menekan emisi dan menciptakan ruang hidup yang lebih sehat bagi masyarakat,” ujar Chairperson GBC Indonesia Ignesjz Kemalawarta.

Ajang penghargaan tersebut akan memberikan apresiasi kepada proyek, individu, dan institusi yang menunjukkan kepemimpinan dalam penerapan prinsip keberlanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan forum kebijakan bersama tokoh nasional, gala dinner lintas sektor, serta pameran proyek bersertifikat Greenship.

Direktur Komunikasi dan Kemitraan GBC Indonesia Wiza Hidayat menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan organisasi dalam memperkuat gerakan bangunan hijau di tingkat nasional.

“Greenship Award 2025 adalah bentuk pengakuan terhadap aksi nyata yang mendorong perubahan sistemik di sektor bangunan. Melalui penghargaan ini, kami ingin mempercepat kolaborasi menuju bangunan rendah emisi dan berketahanan iklim,” katanya.

Sebagai organisasi independen, GBC Indonesia terus mengadvokasikan pentingnya bangunan sebagai pilar utama dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim nasional. Sistem sertifikasi Greenship yang dikembangkan telah membantu banyak proyek di Indonesia mengurangi jejak karbon dan mengoptimalkan sumber daya.

Selain berdampak pada lingkungan, gerakan bangunan hijau juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial, seperti efisiensi biaya operasional, peningkatan kualitas udara, serta kesejahteraan penghuni.

GBC Indonesia berharap Greenship Award 2025 dapat menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan binaan yang berkelanjutan dan berketahanan iklim di Indonesia.



 

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026