Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China menyebut hanya dialog dan negosiasi yang dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah Ukraina meski Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden Xi Jinping yang punya pengaruh pengaruh besar atas Vladimir Putin. 

"Dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak dari krisis Ukraina. Paksaan dan tekanan tidak akan memberikan solusi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.

Sebelumnya Donald Trump mengatakan bahwa ia yakin Presiden China Xi Jinping dapat memainkan peran kunci dalam membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina.

"Ya, saya yakin. Saya pikir dia bisa memiliki pengaruh besar terhadap Putin... dan tentu saja kita akan membicarakan soal Rusia-Ukraina,” kata Trump kepada wartawan di Washington, Rabu (22/10) saat ditanya apakah Xi bisa meyakinkan Putin untuk menghentikan perang.

Guo Jiakun juga menyesalkan tindakan Uni Eropa (EU) yang menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan di beberapa negara, termasuk 12 perusahaan di China dan tiga perusahaan di India, yang menurut UE membantu Rusia menghindari sanksi Barat terkait transfer teknologi, khususnya dalam produksi "drone".

"China sangat menyesalkan dan dengan tegas menolak sanksi sepihak ilegal Uni Eropa yang berulang kali dijatuhkan terhadap perusahaan-perusahaan China terkait Rusia. China telah mengajukan protes kepada pihak Uni Eropa," tambah Guo Jiakun.

Ia menekankan bahwa China bukanlah pihak yang menciptakan krisis Ukraina dan juga bukan pihak yang terkait di dalamnya.

"China berkomitmen untuk mendorong perundingan perdamaian. Kami tidak pernah menyediakan senjata mematikan kepada pihak mana pun yang berkonflik, dan secara ketat mengontrol ekspor barang-barang dengan fungsi ganda," ungkap Guo Jiakun.

Sebagian besar negara, termasuk anggota Uni Eropa dan AS, kata Guo Jiakun, malah terus berdagang dengan Rusia.

"UE tidak dalam posisi untuk menyalahkan pertukaran dan kerja sama normal antara perusahaan China dan Rusia. Kami mendesak UE untuk berhenti mengarahkan masalah ini kepada China dan merugikan kepentingan China," tegas Guo Jiakun.

Tindakan UE tersebut, kata Guo Jiakun, juga tidak kondusif bagi perkembangan hubungan China-Uni Eropa yang sehat dan stabil karena China akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah.

Sedangkan mengenai tindakan Trump yang menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan besar Rusia yaitu "Open Joint Stock Company Rosneft Oil Company" (Rosneft) dan "Lukoil OAO" (Lukoil, Guo Jiakun menegaskan China menentang keputusan tersebut.

 



Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026