Kudus (ANTARA) - Kontingen Aceh dan Papua Barat akhirnya pecah telur setelah melakoni pertandingan di tujuh cabang olahraga berbeda dan baru bisa menghasilkan medali emas perdana pada cabang olahraga shorinji kempo di PON Bela Diri Kudus, Jawa Tengah.
Edi Saputra, Pelatih Kempo Kontingen Aceh di Kudus, Rabu, mengaku bangga akhirnya atletnya bisa menyumbangkan medali emas perdana bagi Kontingen Aceh setelah melakoni beberapa cabang olahraga.
Pada cabang olahraga kempo, kata dia, Aceh menurunkan lima atlet, dengan target awal dua medali emas, namun hanya satu medali emas yang bisa diraih serta satu medali perunggu.
"Meskipun demikian, syukur Alhamdulillah karena bisa menyumbangkan medali emas perdana untuk Kontingen Aceh. Tentunya ini bisa menjadi muruah untuk kempo Aceh di setiap event bisa mendulang medali," ujarnya.
Faisal Hakim, atlet kempo asal Aceh mengakui turut bangga bisa menyumbangkan medali emas perdana untuk Kontingen Aceh, sekaligus memperbaiki perolehan medalinya pada ajang PON Aceh-Sumut 2024 yang hanya meraih perunggu.
Keberhasilannya mengalahkan lawan dari Sumatera Barat yang turun di nomor randori perorangan kelas 60 kilogram (Kg), yakni latihan disiplin sebelum mengikuti PON Bela Diri.
Hal serupa juga dialami Kontingen Papua Barat yang baru bisa menghasilkan medali emas dari cabang olahraga kempo lewat Kelvin Saweri yang turun di nomor Randori Perorangan kelas 75 kg putra.
Baca juga: Jakarta dominasi perolehan medali kempo
