Purwakarta (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat berkolaborasi dengan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah itu dengan membuka layanan pengaduan masyarakat terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator SPPG Purwakarta, Gilang Dewala Putra, di Purwakarta, Jumat, menyampaikan kolaborasi ini sangat penting agar pengaduan masyarakat dapat ditangani secara cepat, transparan dan terintegrasi.
“Melalui koordinasi ini, kami berharap pelayanan pengaduan masyarakat dapat berjalan lebih efektif," katanya.
Semua laporan masyarakat terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Purwakarta akan diintegrasikan melalui kanal Ogan Lopian milik Pemkab Purwakarta yang dikelola oleh Diskominfo Purwakarta.
Dengan pemusatan laporan yang dikelola Diskominfo Purwakarta, maka penanganannya akan lebih terarah dan dapat dimonitor bersama.
Baca juga: Bupati Purwakarta tekankan peran para penjamah makanan jamin kualitas MBG
Baca juga: Bupati Purwakarta kumpulkan ahli gizi terkait temuan makanan MBG yang basi
Sementara itu, Andis Maulana, Jafung Pranata Humas pada Diskominfo Purwakarta berharap dengan adanya kolaborasi ini, masyarakat dapat merasakan layanan pengaduan MBG yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menekankan peran para penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memastikan kualitas menu makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
"Sebelumnya, memasak untuk dikonsumsi sendiri, sekarang untuk banyak orang. Maka, harus betul-betul higienis. Penjamah makanan harus sehat, teliti, dan mengolah makanan dengan cara yang bersih," katanya.
Penjamah makanan adalah seseorang yang melakukan kontak langsung dengan makanan dan peralatannya. Penjamah makanan ini terlibat sejak dari persiapan, pengolahan, pengangkutan, hingga penyajian makanan.
Baca juga: Pemkab Purwakarta tekankan hygiene dan sanitasi makanan dalam program MBG
Atas hal tersebut, mereka memiliki peran yang cukup penting dalam mencegah kontaminasi dan penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
Seiring dengan hal itu, penjamah makanan wajib memiliki pengetahuan dan menerapkan praktik kebersihan dan sanitasi yang baik serta menggunakan alat pelindung diri dalam bertugas, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Bupati menyampaikan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Purwakarta berjalan aman dan higienis. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar pelatihan khusus bagi ratusan penjamah makanan dari SPPG yang ada di Purwakarta.
"Ada sekitar 500 orang relawan SPPG termasuk penjamah makanan yang mengikuti pelatihan khusus yang digelar pada Kamis (2/10) di Purwakarta," katanya.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026