Jakarta (ANTARA) - Carlos Alcaraz melanjutkan kiprahnya di US Open dengan penampilan gemilang di perempat final, Selasa (2/9) waktu setempat atau Rabu WIB, menyingkirkan Jiri Lehecka untuk tetap bersaing memperebutkan gelar major lapangan keras.

Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu berjuang keras untuk meraih kemenangan 6-4, 6-2, 6-4 untuk mencapai semifinal di New York tanpa kehilangan satu set pun. Namun, ia mengaku tidak menonton ulang pertandingan yang ia lalui dengan pukulan yang memukau.

"Saya tidak menonton ulang, tetapi terkadang ketika saya ke ruang tamu, adik-adik saya menonton cuplikan-cuplikan terbaik saya, jadi saya hanya duduk dan menontonnya," kata Alcaraz sambil tersenyum dalam konferensi pers pascapertandingan, seperti disiarkan ATP.

"Setiap kali saya menonton ulang pukulan-pukulan saya, itu mengingatkan saya selama pertandingan."

Meski begitu, skor dominan atas Lehecka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan sengitnya duel mereka.

Lehecka, salah satu dari hanya enam petenis yang mengalahkan Alcaraz musim ini setelah memenangi pertandingan melawan di Doha pada Februari, menekan petenis No.2 dunia itu hingga ke ambang batas.

Namun hal itu justru membakar semangat Alcaraz, yang bangkit menghadapi tantangan, menghasilkan serangkaian drop volley dan pukulan yang berani sehingga membuat petenis Ceko itu kesulitan mengimbangi, termasuk reli yang menuntut fisik 21 pukulan di set kedua.

Di luar itu, Alcaraz tampil dominan saat melakukan servis, hanya kehilangan tujuh dari 45 poin setelah servis pertamanya dan tidak menghadapi break point selama pertandingan perempat final yang berlangsung selama satu jam 56 menit tersebut.

Dengan 59 kemenangan dan enam gelar juara pada 2025, menurut indeks menang/kalah ATP, Alcaraz tampaknya berada di posisi yang tepat untuk melampaui rekor terbaiknya, yaitu 65 kemenangan dan enam trofi, pada 2023.

Baca juga: Sabalenka melaju ke semifinal US Open



Pewarta: Arindra Meodia
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026