Lewat hubungan ini diharapkan bisa membangun jaringan komunikasi dan kerjasama antara akademisi dan peneliti terkait rencana penataan Kota Bogor ke depanBogor (Antaranews Megapolitan) - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto paparan dinamika perubahan dan rencana penataan Kota Bogor saat menjadi pembicara dalam sejumlah forum diskusi berbagai perguruan tinggi di Melbourne, Australia.
Bima Arya dalam siaran pers Humas Pemkot Bogor kepada Antara di Bogor, Senin, mengatakan, pertemuan yang dihadirinya di Australia sangat penting karena perguruan tinggi merupakan mitra dan menjadi bagian yang strategis untuk menjalin kerjasama demi pembangunan daerah.
Terlebih, Universitas Melbourne adalah universitas tertua kedua di Australia yang memegang peringkat atas di dalam peringkat universitas Australia dan dunia.
"Lewat hubungan ini diharapkan bisa membangun jaringan komunikasi dan kerjasama antara akademisi dan peneliti terkait rencana penataan Kota Bogor ke depan," kata Bima.
Secara marathon Wali Kota Bogor tersebut jadi pembicara sejumlah forum diskusi yang digelar di Melbourne, Australia, mulai dari tangga 28 Juli hingga 1 Agustus 2018.
Tidak hanya sekedar bertukar pikiran mengenai proses reformasi politik di Indonesia, dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan mengenai dinamika perubahan Kota Bogor dan rencana penataan Kota Bogor ke depan.
Selama berada di Melbourne, Bima Arya menghadiri serangkaian acara atas undangan akademisi dan lembaga kajian di kota tersebut. Ia juga bertemu dengan sejumlah akademisi di Melbourne University, salah satunya Professor Mark Considine.
Bima mengatakan, Pemerintah Kota Bogor dalam upaya menyikapi semua tantangan dalam era globalisasi ini terus aktif dan konsisten untuk menjalin dan meningkatkan kerjasama luar negeri baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral.
Lulusan doktoral Ilmu Politik di Australian National University Canberra, Australia itu menjadi pembicara bertajuk 'An Evening With Mayor Bima Arya'. Dan menjadi narasumber khusus di acara 'Talking Indonesia Podcast'.
Forum itu, lanjutnya, dikemas dalam sebuah acara talkshow tentang politik Indonesia dari Universitas Melbourne dengan pembawa acara Pengamat Politik Indonesia dari Universitas La Trobe Australia, Dirk Tomsa.
Dalam acara ini Bima berbagi pandangan dan pengalamannya tentang proses reformasi politik di Indonesia.
Ia juga menjelaskan tentang perkembangan penataan Kota Bogor, baik dari sebelum dirinya menjabat, yang dikerjakan hingga konsep penataan Kota Bogor ke depan.
Agenda Wali Kota Bogor terus berlanjut hingga sorennya, menjadi salah satu pembicara pada seminar mengenai masa depan reformasi di Indonesia.
Secara khusus Bima memaparkan tantangan dan dinamika perubahan yang telah berjalan di kota Bogor.
Hadir pada forum ini para mahasiswa pascasarjana dari Indonesia serta sejumlah akademisi terkemuka seperti Dr Vedi Hadiz dari Asia Institute Melbourne University.
"Saya banyak menjelaskan kebijakan-kebijakan di Kota Bogor, termasuk yang selama ini menjadi kontroversi di publik, bahkan internasional seperti Gereja Yasmin, Hizbut Tahrir dan Syiah," katanya.
Pada hari terakhirnya kunjangnya 1 Agustus nanti, Wali Kota dua periode ini dijadwalkan menjadi narasumber utama pada forum 'roundtable discussion' (diskusi meja bundar) di Asia Centre Melbourne University.
"Ini adalah forum terbatas yang dihadiri akademisi dan politisi yang berminat dalam isu-isu regional," kata Bima.
Pewarta: Laily RahmawatyEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.