Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menggelar evaluasi pelaksanaan Gerakan Wakaf Uang Aparatur Sipil Negara (ASN) secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis wakaf uang sebagai instrumen filantropi Islam yang fleksibel, inklusif, dan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal Kemenag yang juga Ketua BWI, Prof. Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Rabu mengajak seluruh jajaran untuk memulai gerakan dari diri sendiri.
“Direktur eselon II, para pejabat struktural, termasuk rektor, harus memulai dari diri sendiri. Dalam satu bulan ini mari kita koordinasikan dan mengajak lingkungan kita. Ini bukan untuk memberatkan, tapi motivasi baik agar menjadi syafaat di akhirat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan wakaf uang, serta membagi manfaatnya secara proporsional di setiap provinsi.
Dirjen Bimas Islam, Prof.Abu Rokhmad menegaskan bahwa keberhasilan gerakan ini memerlukan koordinasi, sosialisasi, edukasi berkelanjutan, serta transparansi untuk membangun kepercayaan publik.
“Wakaf uang ini fleksibel, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, sehingga peluang untuk berdampak pada masyarakat sangat terbuka,” jelasnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Waryono menambahkan bahwa percepatan gerakan wakaf uang harus diiringi dengan evaluasi periodik per provinsi.
Menurutnya, capaian di beberapa wilayah seperti Jambi sudah cukup tinggi, namun di daerah lain seperti Sulawesi Tengah masih perlu penguatan.
Kasubdit Bina Lembaga dan Kerja Sama Zakat Wakaf, Muhibuddin, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan sinergis dalam memperluas dampak wakaf uang.
“Program wakaf harus kita kembangkan dengan cara kolaboratif sehingga benar-benar tumbuh dan berdampak,” ujarnya.
Sejalan dengan evaluasi tersebut, Kementrian Agama Republik Indonesia baru saja meraih penghargaan dalam ajang BWI Award 2025 yang digelar bersamaan dengan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BWI di Jakarta, Jumat (2/8).
Penghargaan diberikan kepada Prof. Waryono, atas keberhasilan Gerakan Wakaf Uang ASN Kemenag yang dinilai sebagai inisiatif pengumpulan wakaf uang ritel terbanyak secara nasional.
Kegiatan Evaluasi ini dihadiri jajaran pejabat eselon II, perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI), perwakilan Kepala Kanwil Kemenag provinsi, serta Kepala Kankemenag kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Kemenag gelar evaluasi gerakan wakaf uang ASN
Rabu, 13 Agustus 2025 22:14 WIB
Kemenag gelar evaluasi gerakan wakaf uang ASN.ANTARA/HO-Kemenag.
