Jakarta (ANTARA) - Telkom Landmark Tower menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dengan meraih sertifikasi EDGE (Excellence in Design for Greater Eficiencies) dari International FinanceCorporation (IFC), bagian dari World Bank Group.

Penyerahan sertifikat secara resmi dilakukan oleh Benjamin Van Der Auwera, East Asia PacificGreen Buildings and Green Cities Lead, Climate Business Department The World Bank Group -IFC (International Finance Corporation), kepada Suratman Sani, Direktur Utama Telkom Landmark Tower.

Serta didampingi oleh Ignesjz Kemalawarta, Ketua Umum Green Building Council Indonesia (GBCI), Ferry Alfonso, Direktur Operasi Telkom Landmark Tower dan Bayu Aji Wijaya, DirekturKeuangan, Manajemen Risiko & Administrasi Telkom Landmark Tower.

Setelah melalui proses penilaian teknis berbasis sains, dua gedung di kompleks TelkomLandmark Tower yaitu TLT 1 dan TLT 2 berhasil mencatat capaian efisiensi yang signifikan.

Telkom Landmark Tower 1 mencatat penghematan energi sebesar 20 persen, efisiensi air sebesar30 persen, serta penggunaan material ramah lingkungan dengan pengurangan embodied carbonhingga 100 persen.

Sementara itu, Telkom Landmark Tower 2 mencapai efisiensi energi sebesar 24 persen, efisiensi airsebesar 33 persen, dan penggunaan material ramah lingkungan dengan pengurangan embodiedcarbon hingga 100 persen.

Capaian ini menjadi bukti nyata implementasi inisiatif keberlanjutan Telkom. Telkom Landmark Tower menerapkan berbagai strategi efisiensi energi seperti penggunaan material atap dengan nilai reflektivitas tinggi, dinding berinsulasi, kaca berkinerja tinggi, sistem pendingin yang efisien, serta sistem smart meter dan submetering untuk pemantauan konsumsi energi secara akurat.

Untuk efisiensi air, gedung ini dilengkapi perangkat sanitasi hemat air dan sistem pengolahanair hujan.Dari sisi material, Telkom Landmark Tower juga memaksimalkan pemanfaatan ulang elemen bangunan seperti pelat lantai, dinding, atap, serta kusen dan kaca jendela, guna mengurangijejak karbon secara signifikan.

Ferry Alfonso, Direktur Operasi Telkom Landmark Tower, menyampaikan bahwa kesadaranterhadap konsep bangunan hijau sudah seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawabbersama dalam menjaga bumi.

Ia menyoroti bahwa meskipun kontribusi dari sektor bangunanterhadap emisi karbon relatif kecil, setiap upaya perbaikan tetap memiliki makna besar bagimasa depan.

“Kontribusi kita mungkin kecil, tapi sekecil apapun yang bisa kita lakukan untukmenyelamatkan bumi sangat berarti bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Apresiasi terhadap pencapaian ini juga disampaikan oleh Benjamin Van Der Auwera, East AsiaPacific Green Buildings and Green Cities Lead, IFC - World Bank Group.

“Inisiatif ini bukan hanya penting, tapi juga esensial dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Telkom telah menunjukkan kepemimpinan nyata dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang dapat menjadi inspirasi bagi sektor komersial dan teknologi lainnya,” ujarnya.

Sebagai konsultan bangunan hijau yang mendampingi proses sertifikasi EDGE di TelkomLandmark Tower, Ecobuild Green Building Consultant mengapresiasi pencapaian ini sebagai langkah nyata menuju praktik keberlanjutan di sektor properti.

“Kami bangga menjadi bagiandari proses ini. Dua tower berhasil meraih EDGE Certified berkat komitmen dan kolaborasiseluruh tim. Harapannya, langkah ini dapat dilanjutkan dengan sertifikasi Greenship agarperforma bangunan tetap terjaga,” ujar Yadi Krisnadi, Chairman & Advisor Ecobuild.

Dengan pencapaian ini, Telkom Landmark Tower tidak hanya menegaskan posisinya sebagaipusat bisnis yang modern dan efisien, tetapi juga menjadi inspirasi dalam mendorong praktikpembangunan yang lebih bertanggung jawab di Indonesia.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak gedung untuk menerapkanprinsip bangunan hijau, demi mendukung masa depan yang berkelanjutan



Pewarta: Antara
Editor : Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026