ipb-integritas-sekolah-dipertaruhkan-dalam-nilai-pelajarBogor, 26/1 (ANTARA) - Integritas sekolah dipertaruhkan saat mengisi pangkalan data siswa sekolah (PDSS), kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor Prof Yonny Koesmaryono.
Pernyataan tersebut, kata Kepala Humas IPB Ir Henny Windarti, MS.i di Bogor, Jawa Barat, Jumat mengutip pernyataan wakil rektor saat pemaparan "Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2013"
Prof Yonny berharap para guru dan kepala sekolah menjaga integritas sekolah dalam menilai siswanya.
Dalam kaitan itu, kata dia, integritas guru dan sekolah dipertaruhkan dalam pengisian PDSS.
Ia juga mengemukakan bahwa terdapat tiga pola penerimaan calon mahasiswa, yakni Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri IPB.
Pelajar yang boleh mengikuti SNMPTN adalah yang sekolahnya juga ikut ujian nasional (UN). Peserta SNMPTN tidak dikenai biaya,katanya.
Sedangkan untuk SBMPTN biaya pendaftaran ditanggung peserta.
Untuk Seleksi Mandiri, kata dia, tergantung dengan perguruan tinggi negeri (PTN) masing-masing, yakni bisa melalui kerja sama pemerintah daerah, ujian tertulis, prestasi internasional dan nasional.
IPB juga mengimbau kepala sekolah dan guru untuk mengganti pin dan "password" akses PDSS.
Karena, kata dia, tidak boleh semua orang tahu pin dan "password" tersebut, sehingga semua orang bisa mengakses PDSS yang kemudian dia bisa mengubah data.
Ia menceritakan pernah ada kasus pin dan "password" diketahui orang lain, lalu orang itu bermaksud jahat, di mana dia mengubah nilai rapor.
Akibatnya, menyebabkan pelajar tersebut "terlempar" dan tidak bisa termasuk berprestasi serta mengikuti jalur SNMPTN, demikian Yonny Koesmaryono.
Andy J
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.