Kebuntuan dengan perusahaan bir Haerle di kota Jerman selatan, Leutkirch, dimulai ketika kelompok perlindungan konsumen Berlin menentang penggunaan kata Jerman "bekoemmlich", yang menyiratkan kesehatan serta cita rasa.
Pengadilan Federal Jerman mengukuhkan amar pengadilan lebih rendah bahwa kata itu tidak dapat digunakan dalam iklan untuk minuman mengandung lebih dari 1,2 persen alkohol.
Pengadilan Jerman menyatakan "bekoemmlich", yang tidak memiliki terjemahan langsung dalam bahasa Inggris tapi akan menjadi sesuatu yang mirip "sehat", lebih dari cita rasa bir.
"Istilah 'bekoemmlich' dipahami warga setempat yang berarti 'sehat', 'bermanfaat' dan 'mudah dicerna'," kata pengadilan itu.
Ketika digunakan untuk menggambarkan makanan, itu berarti bahwa barang tersebut mudah diserap dan ditenggang pencernaan sekalipun diminum untuk jangka panjang, kata pengadilan itu, dengan menambahkan bahwa bir kadang-kadang menyebabkan masalah kesehatan.
Jerman pernah menjadi konsumen terbesar bir di dunia dan terkenal akan pesta bir tahunannya, Oktoberfest, tapi turun 17 persen sejak 1993, tetapi pembuat bir berharap sepak bola Piala Dunia, yang dimulai pada bulan depan, dapat mendorong kembali pertumbuhannya.
Pengadilan tertinggi Eropa Bersatu pada 2012 memutuskan bahwa kata itu tidak dapat digunakan untuk memasarkan anggur.
Pewarta: ReutersEditor : M.Ali Khumaini
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.