Kendari (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk memberikan pelatihan kepada warga di Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, mengubah minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi melalui program pemberdayaan ekonomi hijau.
Direktur Keberlanjutan PT Vale Bernardus Irmanto saat dihubungi di Kendari, Jumat mengatakan, program tersebut tidak hanya menciptakan nilai ekonomi dari limbah, tetapi juga mendorong transisi industri menuju ekonomi sirkular, di mana sumber daya dikelola lebih efektif untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Ia menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak hanya memiliki dampak lokal tetapi juga sejalan dengan tren global dalam membangun rantai pasok industri hijau.
Inisiatif ini juga merupakan langkah nyata PT Vale dalam mendukung transisi energi dan industri hijau, di mana praktik bisnis bertanggung jawab menjadi landasan bagi ekonomi berkelanjutan. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama perempuan di Desa Balantang.
Sementara itu, Head of External Relations PT Vale Endra Kusuma menjelaskan bagaimana keterampilan baru yang diberikan dalam program ini mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat limbah sebagai masalah, tetapi sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan. Dengan pelatihan ini, kelompok perempuan mendapatkan keterampilan baru yang memungkinkan mereka menghasilkan produk berkualitas dan memperluas peluang ekonomi mereka. Ini bukan sekadar program CSR, ini adalah investasi dalam masa depan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: 15 mahasiswa Unhas praktik pertambangan di PT Vale
Baca juga: Vale IGP Pomalaa gandeng USN kampanyekan K3