Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mempelajari penerapan teknologi dekarbonisasi di Osaka, Jepang, dalam kunjungan ke tiga lokasi di wilayah itu.
"Setelah mendapatkan undangan dari Pemerintah Jepang dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, kami pun mengunjungi Osaka dan melihat teknologi terbaru yang diterapkan Jepang," ujarnya dalam keterangan diterima di Makassar, Sulsel, Jumat.
Danny - sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengatakan teknologi dekarbonisasi yang diciptakan oleh Jepang bernama Metanasi. Metanasi adalah teknologi yang mensintesis metana, komponen utama gas alam, dari hidrogen dan CO2.
Metana sintetis yang terbuat dari energi nonfosil disebut e-metana. E-metana bersifat netral karbon, artinya tidak meningkatkan jumlah CO2 di atmosfer karena jumlah C02 yang ditangkap untuk produksinya sama dengan jumlah CO2 yang dipancarkan dari pembakaran.
Metana yang disintesis melalui metanasi menggunakan hidrogen hijau juga disebut e- metana. Mengganti bahan bakar fosil dengan e-metana diharapkan dapat mengurangi emisi CO2 yang berasal dari bahan bakar fosil.
“Hari ini saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi teknologi terbaru dekarbonisasi di Jepang. Ada tiga fasilitas yang kami kunjungi hari ini, namun sebelumnya kami dipaparkan terkait metanasi,” kata dia.
Tiga lokasi yang dikunjungi wali kota yakni Metanasi SOEC, Fasilitas Biometanasi dan Fasilitas Metanasi Sabatier.
Metanasi harus menjadi teknologi utama untuk mencapai netralitas karbon karena dapat menggunakan infrastruktur gas kota yang ada.
Danny Pomanto merupakan kepala daerah di Indonesia yang didaulat menjadi pembicara pada seminar 'On City to City Collaboration For Zero Carbon Society 2025' yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, Kamis, 23 Januari 2025.
Baca juga: Jababeka jadi kawasan industri berkelanjutan
Baca juga: SIG dan Resinergi sinergi bahan bakar alternatif
Pewarta: Muh. HasanuddinEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026