ipb-serukan-pemuda-terjun-di-bidang-pangan
Bogor, 15/11 (ANTARA) - Institut Pertanian Bogor menyerukan kepada kaum muda untuk terjun di bidang pangan.
"Itu (pemuda terjun dalam bidang pangan) penting karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah, coklat dengan kualitas baik di dunia, selain itu kayu putih, kopi, karet dan sebagainya," kata Direktur Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB Dr Ibnul Qoyim di Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Saat menerima kunjungan rombongan pelajar kelas 11 SMAN 2 Cirebon yang berkunjung ke Kampus IPB Dramaga, ia memaparkan materi pengetahuan dan wawasan mengenai pentingnya pangan dalam suatu negara.
Ia kemudian meminta sukarelawan dari pelajar SMAN 2 Cirebon untuk mempraktikkan pidato Presiden Soekarno saat peletakan batu pertama pembangunan Kampus IPB, yang menegaskan bahwa bicara pangan adalah masalah hidup dan matinya suatu bangsa.
Untuk membuktikan pidato Presiden tersebut, Ibnul Qoyim mencontohkan dengan hal yang sederhana kepada pelajar, yaitu ketika seorang anak minta dibelikan HP (telepon seluler atau barang elektronik, di mana jika barang tersebut tidak ada dan harus menunggu barang tersebut tiga bulan ke depan,
"Apakah (kondisi itu) bisa berlaku sama dengan pangan, apakah manusia dapat bertahan sampai tiga bulan tanpa pangan?," katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Cirebon, Drs Chandra menjelaskan bahwa kunjungan sekolahnya ke IPB dalam rangka mencari wawasan dan memberikan gambaran perguruan tinggi mana yang akan menjadi pilihan siswa dan siswinya.
Sebetulnya, kata dia, IPB dengan SMAN 2 Cirebon memiliki ikatan yang kuat, di mana hal tersebut terbukti
dari banyaknya alumni dari SMAN 2 Cirebon yang kuliah di IPB.
Salah satu di antaranya adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof Rokhmin Dahuri.
Di samping itu, kunjungan SMA ke IPB dalam rangka menyiapkan generasi baru SMAN 2 di perguruan tinggi ilmu pertanian tropika terbesar di Asia Tenggara itu.
Andi J
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.