pemkot-data-kerusakan-rumah-akibat-puting-beliungBekasi, 3/10 (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan pendataan jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan pascamusibah angin puting beliung di Kecamatan Jatiasih, Selasa (2/10) sore.
"Hingga siang ini, jumlah rumah yang rusak mencapai sekitar 66 rumah yang tersebar di Kelurahan Jatiluhur, Jatisari, dan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih," kata petugas taruna siaga bencana (Tagana) Kota Bekasi, Engkus Kustara, di Jatiasih, Bekasi, Rabu.
Menurut dia, rumah yang mengalami rusak berat masing-masing berada di Kelurahan Jatiasih sebanyak lima rumah, Kelurahan Jatiluhur sebanyak 23 rumah, dan Jatisari sebanyak empat rumah.
"Rumah yang mengalami kerusakah berat memiliki ciri minimal 30 persen bangunannya hancur dan tidak layak untuk ditinggali oleh penghuninya," ujarnya.
Menurut dia, kondisi terparah terjadi di Kelurahan Jatiluhur dengan tingkat kerusakan rumah yang paling banyak. Sebab, mayoritas rumah warga di wilayah setempat dibangun menggunakan bahan baku seadanya seperti asbes, batako, dan perekat dinding dengan kualitas rendah.
Pihaknya memprediksi kerusakan rumah masih terjadi di beberapa lokasi lainnya. Sebab, petugas Tagana yang emlakukan pengecekan di lokasi jumlahnya terbatas.
"Petugas kami belum seluruhnya bisa menjangkau wilayah yang terkena musibah. Jumlah itu belum termasuk hasil hitungan yang dilakukan petugas kelurahan dan kecamatan," katanya.
Engkus menambahkan, sejumlah warga yang rumahnya mengalami kerusakan mengungsi ke sejumlah rumah tetangga atau saudara sambil menunggu proses perbaikan rumahnya dimulai.
"Rumah saya hancur tak bersisa. Semua puingnya terbawa angin, padahal baru satu minggu saya bangun dengan biaya Rp10 juta," kata Yono, Warga RW05, Jatisari.
Andi F
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026