Kami baru tahu ada STPP di Bogor, dan ternyata ada tiga menteri pertanian lulusan dari STPP.
Bogor (Antara Megapolitan) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP), Kota Bogor, Jawa Barat, untuk meningkatkan kapasitas pendidikannya, sehingga bisa melahirkan lulusan terbaik yang dapat memajukan pertanian Indonesia.

"Kami baru tahu ada STPP di Bogor, dan ternyata ada tiga menteri pertanian lulusan dari STPP," kata Amran, dalam kunjungan kerjanya di STPP, Kota Bogor, Jumat.

Amran mengaku baru mengetahui adanya STPP Bogor kemarin, dan paginya memutuskan untuk mengunjungi kampus tersebut untuk bertemu langsung serta memotivasi para mahasiswa agar menjadi lulusan yang dapat mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Ia juga menyetujui pengajuan anggaran Rp4 miliar untuk membangun laboratorium STPP Bogor dan meminta menyegerakan proposal usulan.

"Tahun depan kita anggarkan, siapkan empat miliar, selesaikan sebentar proposalnya jangan lewat sampai sore," kata Amran.

Amran mengatakan, sebagai negara agraris, sektor pangan menjadi krusial. Peran sumberdaya manusia menjadi penentu majunya partanian di Indonesia.

STPP diharapkan dapat melahirkan lulusan terbaik menjadi calon menteri yang memajukan pertanian Indonesia. Dukungan laboratorium dapat meningkatkan kualitas pendidikan di STPP tersebut.

"Masa depan negeri in ada di STPP. Karena kita ini negara agraris," katanya.

Menurut Amran, agar STPP melahirkan alumni tangguh, proses perekrutan mahasiswa baru dilakukan dengan cepat. Dan memprioritaskan calon-calon mahasiswa utusan daerah. Karena memilki jiwa yang tangguh dan kuat di lapangan.

"Anak kota pintar bagus, tetapi mereka kurang tangguh dibanding mereka yang dari desa, dan berasal dari keluarga miskin," kata Amran.

Sebagai anak dari keluarga miskin, Amran mengakui kemiskinan menempa dirinya untuk bekerja keras dan tangguh menghadapi setiap rintangan. Untuk makan dan bersekolah, Amran harus menjual batu dan cabai di kampungnya.

"Saya pernah berdoa saya lahir dalam keadaan miskin, tapi jangan kubur saya dalam keadaan miskin," kata Amran.

Amran memotivasi mahasiswa STPP dapat mengubah nasibnya dan nasib pertanian Indonesia, lewat kerja nyata, dan tangguh menghadapi rintangan.

"Seperti kata Obama, We Can". Maka kitapun juga bisa," kata Amran.

Kepala STPP, Nazaruddin mengatakan, STPP Bogor salah satu dari enam STPP yang ada di Indonesia. Memiliki dua jurusan yakni jurusan pertanian dan penyuluhan.

Saat ini STPP sedang bertransformasi menjadi politeknik dengan menambah tiga program studi.

"Saat ini sudah ada dua program studi, butuh tiga prody untuk menjadi politeknik," katanya.

STPP Bogor memiliki 496 mahasiswa. Saat ini mahasiswa angkatan satu sedang di lapangan melakukan pendampingan petani dalam upaya khusus padi, jagung dan kedelai. Sedangkan angkata empat tengah menyusun karya ilmiah.

"Kami akan menambah jurusan Mekanisasi Pertanian, ini sesuai arahan Mentan tahun 2016 agar ada generasi Indonesia yang menguasai mekanisasi pertanian," kata Nazaruddin.

Pewarta: Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026