"Kami perpanjang sesuai permintaan keluarga (korban) juga pertimbangan dengan tim SAR gabungan," kata Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza di Pos Informasi Polairud Trenggalek, Kamis.
Dikatakan, masa pencarian delapan ABK yang hilang di laut selatan Kabupaten Blitar itu sebenarnya berakhir pada Rabu (13/9).
Namun kemudian muncul permintaan dari keluarga melalui Kepala Desa Tasikmadu Kabupaten Trenggalek, daerah asal para nelayan yang menjadi korban, agar pencarian dilanjutkan.
"Kami sudah koordinasikan permohonan ini ke direktur operasi via deputi operasi (Basarnas), dan telah disetujui perpanjangan pencarian delapan nelayan hilang selama dua hari," katanya.
Ada beberapa pertimbangan sehingga proses pencarian itu diperpanjang.
Penambahan waktu itu dilakukan dengan pertimbangan jumlah korban yang cukup banyak dan per-Rabu (13/9) sore belum diketemukan.
Selain itu, beberapa waktu lalu muncul tanda-tanda orang hilang di permukaan laut yang disinyalir ABK dari KM Mandala yang mengalami musibah tersebut.
"Namun saat kami datangi, atau didekati hilang lagi," katanya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.