"Pelaku pasar menantikan rilis data perdagangan yang diperkirakan masih 3,4 miliar dolar AS," kata analis pasar Bank Mandiri Reny Eka Putri saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Reny mengatakan pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (16/2), dengan ekspektasi suku bunga acuan BI atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) akan tetap dipertahankan di level 5,75 persen.
Sementara itu sentimen eksternal yang mempengaruhi pergerakan rupiah datang dari rilis laporan inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari konsensus. Perkembangan tersebut dapat kembali menekan rupiah dalam jangka pendek.
Reny memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp15.165 hingga Rp15.259 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.
Pada Selasa (15/2), kurs rupiah ditutup menguat 38 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp15.167 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.205 per dolar AS.
Pewarta: Martha Herlinawati SimanjuntakEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.