Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan pemerintah menjadikan hasil survei opini publik sebagai salah satu bahan evaluasi kebijakan sekaligus mendorong agar penelitian dilakukan lebih mendetail.

Menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Jumat, Qodari mengatakan pemerintah menghargai seluruh hasil survei sebagai bagian dari mekanisme demokrasi dan masukan dalam proses pengambilan kebijakan.

"Ya, tentu saja kita terus melakukan evaluasi. Dan memang itu yang dilakukan oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Sebelumnya, hasil survei SMRC mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026 dari 81,2 persen pada November 2025. 

Menurut Qodari, pemerintah melakukan evaluasi dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, hingga opini publik.

Ia menilai hasil survei akan lebih bermanfaat apabila mampu menjelaskan secara lebih rinci faktor-faktor yang memengaruhi perubahan persepsi masyarakat.

Sebagai contoh, kata dia, aspek ekonomi dapat diuraikan menjadi indikator yang lebih spesifik seperti harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, nilai tukar rupiah, maupun penilaian terhadap program-program pemerintah.

Qodari menegaskan dirinya tidak membantah hasil survei tersebut. 

Sebaliknya, ia berharap penelitian serupa dapat disusun lebih mendalam agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemerintah maupun masyarakat.

Menurut dia, penyajian indikator yang lebih rinci juga akan membantu publik memahami faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah.

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Qodari sebut survei opini publik jadi bahan evaluasi pemerintah



Pewarta: Fathur Rochman
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026