lima-orang-terluka-akibat-tabung-karbit-meledak-
Bogor, 10/6 (ANTARA) - Lima orang terluka akibat ledakan tabung gas pengisian balon mainan di Kampung Cipambuan RT 1/RW 4 Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

"Tiga dari lima orang korban mengalami luka cukup serius, luka berat dan patah tulang, sedangkan dua orang lainnya mengalami luka dan gangguan pendengaran," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor, AKP Imron Ermawan.

Imron memerinci nama-nama korban yang mengalami luka berat, yakni Bunyamin (32), pemilik usaha mainan balon. Korban mengalami luka cukup berat di kaki kiri, kepala, dan rahang patah akibat ledakan tabung.

Korban kedua, bernama Amur (45) mengalami luka mata kiri dan kemungkinan tidak dapat melihat lagi.

Jajang (38) mengalami luka kaki kanan patah dan tubuhnya memar terkena serpihan tabung.

Sementara itu, dua korban yang mengalami luka ringan, yakni Mumuh (30) luka memar dan pendengaran mendengung, sedangkan Hasan (27) mengalami pendengaran mendengung.

"Seluruh korban ini merupakan pekerja penjual balon mainan. Mereka berasal dari Sukabumi," kata Imron menjelaskan.

Selain melukai lima orang, lanjut Imron, ledakan tabung gas yang biasa digunakan oleh para pedagang balon mainan ini juga merusak dua unit rumah kontrakan yang ditempati ke lima korban.

Rumah tersebut diketahui milik H. Pia warga setempat yang dikontrak para penjual balon tersebut.

Ledakan tersebut telah merusak bagian depan rumah. Pintu serta atap bagian depan hancur berantakan.

"Ledakannya cukup kuat, lokasi kejadian hancur berantakan, rumahnya juga rusak berat," kata Imron.

Kronologi kejadian ledakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu Bunyamin sedang mempersiapkan dagangannya mengisi sejumlah balon dengan udara dari dalam tabung.

Tiba-tiba tabung berdiameter kurang lebih 30 sentimeter dan tinggi kurang lebih 1 meter ini meledak dan melukai orang-orang di sekitarnya.

Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit PMI untuk mendapatkan perawatan intensif.

Setelah mendapatkan laporan, polisi langsung melakukan pemeriksaan di lapangan dan mengamankan lokasi kejadian serta mengirim korban ke rumah sakit.

"Kami meminta bantuan Puslabfor untuk menyelediki penyebab ledakan. Rencananya Senin besok tim Labfor akan datang ke lokasi kejadian," kata Imron.
 


Laily R


: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026