Kabupaten Bogor (ANTARA) - Sekolah Rakyat Permanen Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memberikan pendidikan gratis beserta pemenuhan kebutuhan utama kepada 270 siswa angkatan pertama tahun ajaran 2026/2027.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Jasinga, Jumat, mengatakan fasilitas yang diberikan kepada peserta didik mencakup pendidikan, asrama, konsumsi, seragam hingga perlengkapan belajar yang seluruhnya ditanggung negara.

Sekolah dengan sistem pendidikan berasrama atau boarding school tersebut diperuntukkan terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan sosial dan ekonomi.

"Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya Desil 1 dan Desil 2, yang berisiko putus sekolah atau menghadapi hambatan sosial ekonomi," kata Ajat.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat Permanen Jasinga mengawali kegiatan pendidikan dengan 270 peserta didik, terdiri atas 30 siswa jenjang sekolah dasar (SD), 120 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 120 siswa sekolah menengah atas (SMA).

Mereka menjadi angkatan pertama yang menempati kampus permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, setelah sebelumnya program tersebut dilaksanakan menggunakan sejumlah fasilitas rintisan.

Sekolah Rakyat Permanen Jasinga memiliki kapasitas hingga 1.000 peserta didik untuk tiga jenjang pendidikan tersebut.

Menurut Ajat, sistem berasrama dengan pemenuhan kebutuhan utama peserta didik dirancang agar anak-anak dapat fokus menjalani pendidikan sekaligus mengembangkan potensi dan karakter.

Pemerintah Kabupaten Bogor memandang program Sekolah Rakyat sebagai salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan, terutama bagi masyarakat yang menghadapi hambatan ekonomi.

"Kita ingin memastikan bahwa kemiskinan tidak menjadi warisan antargenerasi, dan pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai tersebut," ujarnya.

Ajat menyebut Sekolah Rakyat Permanen Jasinga merupakan kelanjutan dari program Sekolah Rakyat rintisan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Bogor sejak 2025.

Sebelumnya, kegiatan pendidikan rintisan berlangsung di Sentra Terpadu Inten Soeweno untuk jenjang SMP dan Sentra Galih Pakuan untuk jenjang SMA.

Pemkab Bogor juga mengoptimalkan sejumlah lokasi untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan, antara lain BNN Lido, Tagana Training Center, Pusbang Aparatur SDM Perhubungan, serta Perpustakaan Digital Kementerian Pertanian.

Operasional Sekolah Rakyat Permanen Jasinga ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 20-21 Agustus 2026.

Ajat berharap keberadaan sekolah tersebut dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak Kabupaten Bogor untuk memperoleh pendidikan layak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Hari ini bukan sekadar dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Hari ini kita membuka harapan baru, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak Kabupaten Bogor untuk meraih masa depan yang lebih baik," kata Ajat.

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sekolah Rakyat Jasinga gratiskan pendidikan hingga kebutuhan siswa

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026