Langkah-langkah antisipasi kemacetan telah disiapkan, mulai dari penempatan personel, rekayasa lalu lintas,...
Bogor (Antara Megapolitan) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mempersiapkan pengamanan libur Natal 2015 dengan mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

"Langkah-langkah antisipasi kemacetan telah disiapkan, mulai dari penempatan personel, rekayasa lalu lintas, hingga penyediaan kantung parkir," kata Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ), Achsin Prastyo, di Bogor, Senin.

Dikatakannya, dalam rapat koordinasi pengamanan Natal dan Tahun Baru, telah dibahas pengerahan personel, upaya pengamanan, dan penanganan arus.

"Personel dikerahkan dari Polres Bogor, DLLAJ sebagai bantuan mengerahkan 60 personel. Ada personel lainnya, baik TNI, Satpol PP dan ormas," katanya.

Menurutnya, tahun ini diperkirakan tidak terjadi lonjakan libur Natal seperti tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan berbarengan dengan libur sekolah, sehingga konsentrasi masyarakat terpecah sebagian pulang ke kampung halaman.

"Lonjakan arus lalu lintas tahun ini tidak terlalu tinggi, karena konsentrasi libur terpecah ada sebagian masyarakat yang mudik. Tetapi tetap kita lakukan antisipasi," kata Achsin.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Kota, AKP Irwandi mengatakan, jumlah personel Satlantas yang dikerahkan selama libur Natal yakni 164 orang. Jumlah tersebut akan bertambah dengan adanya bantuan dari unit Sabara, Intel dan Reskrim yang dilibatkan dalam pengamanan Natal.

"Personel kita kerahkan mengantisipasi di titik-titik yang menjadi pusat kepadatan arus, seperti Jembatan Merah, BTM, Empang, Ekalokasari, Sholis Iskandar, BNR, Pajajaran, Pasar Bogor," katanya.

Dikatakannya, selain menempatkan personel, akan dilakukan rekayasa arus lalu lintas apabila terjadi kemacetan, dan menurunkan tim pengurai (pemecah-red) kemacetan. Penyediaan kantong-kantong parkir khusus untuk jemaat gereja yang melakukan ibadah Misa.

"Kantong-kantong parkir ini kita sediakan untuk mengantisipasi agar tidak ada kendaan yang terparkir di bahu jalan. Seperti di Gereja Katedral Perawan Maria, tempat parkir bisa di gedung DPRD, dan area perkantoran yang ada di sekitarnya," kata dia.

Menurut Irwandi, kemacetan di Kota Bogor terjadi karena ruas jalan yang tersedia tidak lagi sesuai dengan jumlah kendaraan yang berlalu lalang. Pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Bogor setiap pekan mencapai 700 penerbitan STNK baru, dimana 20 persen diantaranya STNK kendaraan roda empat.

"Selain itu, prilaku masyarakat berlalu lintas juga menyebabkan kemacetan, seperti parkir sembarangan, menyebrang sembarangan, angkot ngetem, menurunkan dan menaikkan penumpang tidak semestinya, melanggar rambu lalu lintas," katanya.

Irwandi menambahkan, jika masyarakat tertib, mau taat berlalu lintas, tidak naik dan turun angkutan sembarangan, menyebrang pada tempatnya, tidak berhenti atau parkir sembarang, berbelok sesuai rambu-rambu, maka arus lalu lintas di Kota Bogor tidak akan semrawut.

"Masyarakat hendaknya memiliki kesadaran untuk mau patuh dan tertib lalu lintas, menyebranglah pada tempatnya, naik dan turun angkot pada tempat yang benar, tidak berhenti atau parkir di sembarangan. Jika masyarakat melakukan itu, kemacetan bisa dieliminir," katanya.


Pewarta: Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026