• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bogor
Jumat, 2 Januari 2026
Antara News bogor
Antara News bogor
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Baznas Bazis Jakut bedah 35 unit rumah selama  2025

      Baznas Bazis Jakut bedah 35 unit rumah selama 2025

      4 jam lalu

      Pelni ajak calon penumpang yang akan gunakan program stimulus di Libur masa Nataru

      Pelni ajak calon penumpang yang akan gunakan program stimulus di Libur masa Nataru

      4 jam lalu

      BSI ikut bangun 600 huntara tahap kesatu untuk korban banjir Sumatra

      BSI ikut bangun 600 huntara tahap kesatu untuk korban banjir Sumatra

      4 jam lalu

      Sebanyak 34.976 pengunjung padati Kota Tua pada malam tahun baru 2026

      Sebanyak 34.976 pengunjung padati Kota Tua pada malam tahun baru 2026

      4 jam lalu

      Ratusan transaksi tebus pupuk subsidi terjadi  pada saat  1 Januari 2026 dini hari

      Ratusan transaksi tebus pupuk subsidi terjadi pada saat 1 Januari 2026 dini hari

      5 jam lalu

  • Kabar Daerah
      • Bogor Update
      • Depok Update
      • Sukabumi Update
      • Bekasi Update
      • Purwasuka Update
      Arus balik wisata Puncak diperkirakan berlangsung hingga 4 Januari

      Arus balik wisata Puncak diperkirakan berlangsung hingga 4 Januari

      15 jam lalu

      Pergantian tahun di Kabupaten Bogor

      Pergantian tahun di Kabupaten Bogor

      18 jam lalu

      Kendaraan dilarang naik maupun turun di Puncak hingga 01.00 WIB

      Kendaraan dilarang naik maupun turun di Puncak hingga 01.00 WIB

      18 jam lalu

      Polres Bogor jadi pilot project Satuan PPA-PPO pada 2026

      Polres Bogor jadi pilot project Satuan PPA-PPO pada 2026

      19 jam lalu

      Dishub Depok terapkan sistem "full cycle" untuk layanan uji KIR mulai 2 Januari

      Dishub Depok terapkan sistem "full cycle" untuk layanan uji KIR mulai 2 Januari

      15 jam lalu

      MUI ajak masyarakat muhasabah dan introspeksi diri pada malam pergantian tahun

      MUI ajak masyarakat muhasabah dan introspeksi diri pada malam pergantian tahun

      18 jam lalu

      Polisi bongkar pengoplosan LPG di Depok

      Polisi bongkar pengoplosan LPG di Depok

      30 Desember 2025 09:47

      Pemkot Depok alokasikan dana Rp300 juta per RW pada 2026

      Pemkot Depok alokasikan dana Rp300 juta per RW pada 2026

      29 Desember 2025 13:38

      Pemkab Sukabumi gelar doa lintas agama jelang pergantian tahun

      Pemkab Sukabumi gelar doa lintas agama jelang pergantian tahun

      30 Desember 2025 10:07

      Lalu lintas di GT Cikunir dan GT Ciawi ke Jabodetabek meningkat

      Lalu lintas di GT Cikunir dan GT Ciawi ke Jabodetabek meningkat

      28 Desember 2025 05:58

      Pemerintah pastikan kesiapan Tol Bocimi

      Pemerintah pastikan kesiapan Tol Bocimi

      27 Desember 2025 07:41

      Wabup Sukabumi bangun huntara 28 KK korban banjir

      Wabup Sukabumi bangun huntara 28 KK korban banjir

      24 Desember 2025 09:00

      Klaim BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang mencapai Rp1,14 triliun

      Klaim BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang mencapai Rp1,14 triliun

      31 Desember 2025 09:36

      KPK dalami dari mantan Sekdis Cipta Karya Bekasi

      KPK dalami dari mantan Sekdis Cipta Karya Bekasi

      30 Desember 2025 09:31

      BPJS Ketenagakerjaan Delta Mas perkuat peran agen perisai

      BPJS Ketenagakerjaan Delta Mas perkuat peran agen perisai

      30 Desember 2025 06:49

      Anggota DPR dorong integrasi transportasi di Stasiun Bekasi

      Anggota DPR dorong integrasi transportasi di Stasiun Bekasi

      28 Desember 2025 09:09

      Bupati Karawang lantik 216 ASN pada malam pergantian tahun

      Bupati Karawang lantik 216 ASN pada malam pergantian tahun

      8 jam lalu

      Perputaran uang dalam kegiatan bazar UMKM Karawang pada akhir 2025 capai Rp1,34 miliar

      Perputaran uang dalam kegiatan bazar UMKM Karawang pada akhir 2025 capai Rp1,34 miliar

      8 jam lalu

      Daop 2 Bandung catat tingginya mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru

      Daop 2 Bandung catat tingginya mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru

      18 jam lalu

      Polres Subang sebut kasus kriminalitas alami penurunan sepanjang 2025

      Polres Subang sebut kasus kriminalitas alami penurunan sepanjang 2025

      18 jam lalu

  • Kesehatan
    • Pemprov Sulsel optimalkan RSUD Sayang Rakyat Makassar rehabilitasi ODGJ

      Pemprov Sulsel optimalkan RSUD Sayang Rakyat Makassar rehabilitasi ODGJ

      8 jam lalu

      Menhan tinjau posko kesehatan TNI di area bencana sebagai misi kemanusiaan

      Menhan tinjau posko kesehatan TNI di area bencana sebagai misi kemanusiaan

      11 jam lalu

      Kemenkes siapkan antibisa untuk warga Baduy guna antisipasi risiko

      Kemenkes siapkan antibisa untuk warga Baduy guna antisipasi risiko

      12 jam lalu

      Dinkes Tangerang imbau masyarakat waspadai lima penyakit di musim hujan

      Dinkes Tangerang imbau masyarakat waspadai lima penyakit di musim hujan

      14 jam lalu

      Bangka Tengah perkuat layanan kesehatan dasar melalui CKG dan inovasi posyandu

      Bangka Tengah perkuat layanan kesehatan dasar melalui CKG dan inovasi posyandu

      18 jam lalu

  • Iptek
    • Akademisi: Ruang digital rawan menjadi arena produksi kekerasan

      Akademisi: Ruang digital rawan menjadi arena produksi kekerasan

      7 jam lalu

      Telkomsel utamakan keamanan data pelanggan dalam registrasi kartu SIM baru

      Telkomsel utamakan keamanan data pelanggan dalam registrasi kartu SIM baru

      11 jam lalu

      Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong penguatan ekosistem riset secara bersama

      Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong penguatan ekosistem riset secara bersama

      13 jam lalu

      Kemdiktisaintek perkuat kerja sama bidang riset dan pendidikan tinggi dengan Singapura

      Kemdiktisaintek perkuat kerja sama bidang riset dan pendidikan tinggi dengan Singapura

      14 jam lalu

      PKSS gandeng Unsri perkuat kemitraan atasi persoalan pengangguran

      PKSS gandeng Unsri perkuat kemitraan atasi persoalan pengangguran

      18 jam lalu

  • Artikel
    • Serabi Kalibeluk Batang, kuliner legendaris sejak zaman Mataram Islam

      Serabi Kalibeluk Batang, kuliner legendaris sejak zaman Mataram Islam

      5 jam lalu

      Bencana Senyar dan hutang ekologis yang kini jatuh tempo

      Bencana Senyar dan hutang ekologis yang kini jatuh tempo

      8 jam lalu

      Persoalan ekonomi China 2025 yang menunggu jawaban

      Persoalan ekonomi China 2025 yang menunggu jawaban

      12 jam lalu

      Mencermati telatah regulator kebudayaan selama 2025

      Mencermati telatah regulator kebudayaan selama 2025

      14 jam lalu

      Peresmian revitalisasi Prasasti Batutulis Bogor

      Peresmian revitalisasi Prasasti Batutulis Bogor

      18 jam lalu

  • Lingkungan Hidup
    • Kota Malang tambah jam pengambilan tangani lonjakan volume harian sampah

      Kota Malang tambah jam pengambilan tangani lonjakan volume harian sampah

      8 jam lalu

      Kaltim masih berpotensi hujan dalam 10 hari pertama awal 2026

      Kaltim masih berpotensi hujan dalam 10 hari pertama awal 2026

      8 jam lalu

      Tangerang kerahkan ratusan petugas kebersihan tangani sampah malam tahun baru

      Tangerang kerahkan ratusan petugas kebersihan tangani sampah malam tahun baru

      12 jam lalu

      BMKG: Aceh alami 1.556 kejadian gempa bumi sepanjang 2025

      BMKG: Aceh alami 1.556 kejadian gempa bumi sepanjang 2025

      12 jam lalu

      Dedi Mulyadi instruksikan ganti tanaman bagi lahan sawit secara bertahap guna cegah krisis air

      Dedi Mulyadi instruksikan ganti tanaman bagi lahan sawit secara bertahap guna cegah krisis air

      15 jam lalu

  • Wisata
    • Menpar pantau langsung aktivitas wisata belanja hingga sejarah di Bali

      Menpar pantau langsung aktivitas wisata belanja hingga sejarah di Bali

      5 jam lalu

      Pameran "Haluan Merah Putih" yang digelar LKBN ANTARA semarakkan malam tahun baru di Ragunan

      Pameran "Haluan Merah Putih" yang digelar LKBN ANTARA semarakkan malam tahun baru di Ragunan

      8 jam lalu

      Polisi buka semua pintu Ragunan antisipasi kepadatan

      Polisi buka semua pintu Ragunan antisipasi kepadatan

      11 jam lalu

      Puncak pengunjung Ragunan diperkirakan  capai 100 ribu pada 1 Januari 2026

      Puncak pengunjung Ragunan diperkirakan capai 100 ribu pada 1 Januari 2026

      12 jam lalu

      Naik bus tingkat gratis bisa jadi pilihan masyarakat jelajahi Jakarta

      Naik bus tingkat gratis bisa jadi pilihan masyarakat jelajahi Jakarta

      13 jam lalu

  • Internasional
    • Bar di Swiss terbakar saat malam Tahun Baru akibatkan sedikitnya 10 orang tewas

      Bar di Swiss terbakar saat malam Tahun Baru akibatkan sedikitnya 10 orang tewas

      7 jam lalu

      Helikopter Angkatan Laut Diraja Malaysia mendarat darurat di perairan Pantai Klebang Melaka

      Helikopter Angkatan Laut Diraja Malaysia mendarat darurat di perairan Pantai Klebang Melaka

      12 jam lalu

      Macron janji tetap jadi Presiden Prancis hingga 'detik terakhir' masa jabatan

      Macron janji tetap jadi Presiden Prancis hingga 'detik terakhir' masa jabatan

      13 jam lalu

      Presiden China Xi Jinping sebut penyatuan Taiwan dengan china tidak dapat dihentikan

      Presiden China Xi Jinping sebut penyatuan Taiwan dengan china tidak dapat dihentikan

      13 jam lalu

      Malaysia kecam rezim Israel larang organisasi bantuan kemanusiaan di Gaza

      Malaysia kecam rezim Israel larang organisasi bantuan kemanusiaan di Gaza

      13 jam lalu

  • Olahraga
    • Edwards tinggalkan bangku cadangan saat Timberwolves kalah atas Hawks

      Edwards tinggalkan bangku cadangan saat Timberwolves kalah atas Hawks

      4 jam lalu

      Puas dengan kinerja Spalletti, Juventus siap berikan kontrak baru hingga 2028

      Puas dengan kinerja Spalletti, Juventus siap berikan kontrak baru hingga 2028

      4 jam lalu

      Indonesia dab Malaysia pimpin 20 besar ganda putra BWF

      Indonesia dab Malaysia pimpin 20 besar ganda putra BWF

      5 jam lalu

      Putri KW jadi tumpuan tunggal putri Indonesia pada awal 2026

      Putri KW jadi tumpuan tunggal putri Indonesia pada awal 2026

      6 jam lalu

      Enzo Maresca dilaporkan berpotensi hengkang sebelum laga lawan City

      Enzo Maresca dilaporkan berpotensi hengkang sebelum laga lawan City

      7 jam lalu

  • Foto
    • Jalur wisata Puncak Bogor padat

      Jalur wisata Puncak Bogor padat

      Senin, 30 Agustus 2021 10:34

      Kuliah Umum Menteri ESDM Ignasius Jonan di UI

      Kuliah Umum Menteri ESDM Ignasius Jonan di UI

      Senin, 1 April 2019 15:33

      Presiden meresmikan Istora Senayan

      Presiden meresmikan Istora Senayan

      Minggu, 28 Januari 2018 21:23

      Jembatan Gantung Ambruk

      Jembatan Gantung Ambruk

      Selasa, 2 Januari 2018 22:43

  • Video
    • Arus balik wisata Puncak diperkirakan berlangsung hingga 4 Januari

      Arus balik wisata Puncak diperkirakan berlangsung hingga 4 Januari

      Kamis, 1 Januari 2026 11:57

      Polemik Kebijakan  Prabowo Selama 2025

      Polemik Kebijakan Prabowo Selama 2025

      Kamis, 1 Januari 2026 11:46

      Car-free night, tahun baru di Jalur Puncak bakal bebas kendaraan

      Car-free night, tahun baru di Jalur Puncak bakal bebas kendaraan

      Rabu, 31 Desember 2025 9:03

      Sepak Bola 2025: Dari haru Timnas Indonesia hingga Trofi Eropa!

      Sepak Bola 2025: Dari haru Timnas Indonesia hingga Trofi Eropa!

      Selasa, 30 Desember 2025 22:18

      BNPB: Indonesia alami 3.176 bencana hingga 24 Desember 2025

      BNPB: Indonesia alami 3.176 bencana hingga 24 Desember 2025

      Selasa, 30 Desember 2025 16:07

Telaah - Indonesia 'Kobong' Dan Mafia Api

Rabu, 28 Oktober 2015 16:51 WIB

Telaah - Indonesia 'Kobong' Dan Mafia Api

Ketua Program Studi Pascasarjana Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr der Forst Ir Ricky Avenzora MSc F. (ANTARA FOTO/Istimewa/Dok).

"Kobong" adalah sebutan dalam bahasa Jawa, yang berarti terbakar.
Negeri kita sedang di ujung tanduk untuk menjadi "kobong", "kobong", dan "kobong". Baik "kobong" karena kebakaran hutan, "kobong" karena kehancuran ekonomi, serta tidak tertutup kemungkinan untuk menjadi "kobong" karena persoalan politik.

"Kobong" adalah sebutan dalam bahasa Jawa, yang berarti terbakar.

Alih-alih mampu bekerja, bekerja dan bekerja secara efisien dan efektif (seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi), selama setahun ini malah banyak pihak mempertontonkan pola berpikir dan bertindak
yang sangat kontraproduktif dengan kebutuhan minimal yang diperlukan untuk menangani berbagai permasalahan dan bencana yang sedang melanda negeri kita di semua lini dan berbagai wilayah.

Jika tidak segera disadari secara bersama, maka proses "kobong" diduga kuat akan segera terjadi dalam hitungan jari.

Penyebab utamanya adalah karena kekacauan pola berpikir dan bertindak telah terjadi secara serentak pada semua lini secara vertikal dan horizontal; secara masif dan semakin kronis.

Meskipun Presiden tidak terlihat  gamang dalam menjalankan tugasnya, namun berbagai pemberitaan yang ada telah memaparkan indikator-indikator penting yang menunjukan bahwa beliau telah
kehilangan ketelitiannya dalam memilah dan memaknai informasi, serta telah pula kehilangan kehati-hatiannya dalam mengeluarkan titah.

Agar negeri kita tidak menjadi "kobong", maka barangkali ada baiknya kita mendiskusikan serta mengenali dan mencermati apa yang sesungguhnya sedang terjadi, untuk kemudian berpikir jernih agar
bisa  merapatkan dan menyatukan barisan dalam mencegah bahaya yang lebih besar, sehingga bisa mendukung proses pembangunan nusa dan bangsa yang sedang dipimpin Presiden Jokowi dengan Kabinet Kerja-nya.

           Natural Vs Cutural
Dalam konteks kebakaran hutan, perlu kita pahami bahwa peristiwa kebakaran hutan adalah dapat bersifat natural (natural forest fire) ataupun kultural (cultural forest fire). Dalam konteks natural, maka suatu proses kebakaran adalah pasti akan terjadi ketika terpenuhinya tiga (3) syarat, yaitu: tersedianya material kering (dry material),
tersedianya oksigen (02) dan terciptanya titik api (fire spot).

Setelah dilanda kekeringan berbulan-bulan, tentu mudah kita pahami bahwa berbagai material berkayu di berbagai kawasan hutan di negeri kita yang tropis ini akan terus mengering, layu, mati dan
kemudian terus memanas hingga mencapai titik hangus.

Ketika titik hangus terus diterpa panas yang tidak henti, maka material tersebut akan sangat potensial untuk menimbulkan bara api, di mana tiupan angin saja akan mampu menjadikan bara tersebut
berubah menjadi lidah api yang akan membakar material lain di sekitarnya.

Selain itu, perlu juga kita sadari bahwa gesekan dahan kering di suatu pohon yang masih hidup pun akan sangat potensial untuk menimbulkan percikan api yang akan membakar pohon hidup itu secara
keseluruhan.

Hal ini adalah karena telah sangat keringnya jaringan "xylem" (kulit pohon) yang tergesek itu. Meskipun sesungguhnya pohon itu masih hidup,  namun ketersedian air tanah yang sangat kecil akan
menjadikan suplai air dari akar pohon hingga ke pucuknya menjadi sangat kecil dan diskontinyu.

Hal ini menyebabkan hanya jaringan "xylem" bagian terdalam sajalah (yang berdekatan dengan "jaringan phloem") yang akan berkecenderungan masih tergolong basah, sedangkan jaringan luarnya
akan terus mengering dan mudah terbakar.

Hal tersebut di atas adalah gambaran sederhana proses terjadinya kebakaran hutan secara alami.

Kejadian-kejadian seperti itulah yang menyebabkan berbagai peristiwa kebakaran hutan di negara-negara maju (Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan negara lain) di mana setiap tahunnya hingga mencapai
ratusan ribu dan bahkan hingga jutaan hektare.

Musim panas yang ekstrem dan rendahnya kelembaban udara di negara subtropis dan negara empat musim telah menjadikan hutan-hutan mereka terbakar ratusan ribu hingga jutaan hektar setiap tahun.

Secara kultural, maka proses membakar lahan adalah sudah merupakan sejarah panjang dari peradaban manusia, mulai dari zaman pengumpul, zaman peramu dan seterusnya hingga zama modern ini.

Bbukan hanya di Indonesia, melainkan terjadi di seluruh belahan dunia.

Proses membakar lahan secara kultural, bisa terjadi dalam banyak dinamika, seperti: (a). hanya dalam dinamika sangat sederhana berupa membakar sampah atau rumput dan ilalang saat proses membersihkan halaman belakang rumah (back yard fire), (b). membakar jerami hasil panen di ladang (taloon-fire), maupun dalam
bentuk yang lebih kompleks berupa perladangan berpindah (shifting cultivation).

Perjalanan sejarah antrologi dan etnologi inilah yang bisa kita maknai sebagai dasar mengapa ada UU dan peraturan menteri (Permen) ataupun peraturan daerah (Perda) dan peraturan gubernur (Pergub)
yang mengizinkan masyarakat lokal melakukan proses pembakaran dalam mengolah ladang pertaniannya.


           "Criminal Forest Fire".
Sejalan dengan telah berkembangnya kejahatan manusia sejak zaman Adam dan Hawa, tentunya kita juga tidak boleh menutup mata atas kemungkinan terjadinya kejahatan membakar hutan (criminal forest
fire), di mana sesungguhnya Indonesia pun sudah punya pengalaman panjang dalam hal kejahatan ini sejak zaman penjajahan ratusan tahun lalu.

Banyak literatur telah menuliskan bagaimana sikap para penjajah dalam membakar perkebunan-perkebunan rakyat dan bahkan rumah serta
penghuninya hidup-hidup di zaman penjajahan dulu.

Sejak akhir zaman Orde Baru, kita juga telah kenyang mendengar isu mafia pembakar yang bekerja mulai dari tengah hutan hingga perkotaan dan bahkan di Jakarta.

Mulai dari membakar-bakar pasar-pasar rakyat secara terencana, membakar perkampungan-perkampungan yang dianggap kumuh, hingga membakar-membakar lahan hutan, untuk menjadi jalan agar terbukanya alasan untuk menyatakan perlunya peremajaan pasar dan
perkampungan, serta alasan untuk mengajukan pengalihan fungsi kawasan hutan.

Dalam konteks kehutanan, maka perlu kita ketahui bahwa wewenang pengalihan fungsi lahan adalah terletak di tangan pemerintah, yaitu diajukan oleh pemerintah daerah,  dinilai oleh tim terpadu yang
dibentuk Kementerian Kehutanan untuk  kemudian hasilnya ditetapkan oleh Menteri Kehutanan, baik dalam bentuk Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK)
pada zaman sebelum reformasi) ataupun dalam bentuk Padu Serasi TGHK (di masa setelah reformasi).

Celah kejahatan melalui konsep TGHK di akhir zaman Orde Baru telah diperburuk oleh celah proses penetapan Rencana Tata Ruang (pada semua tingkat) di era Reformasi.

                 Dampak Kejahatan.
Hingga di sini, maka tentunya kita bisa merenungkan siapa saja sebenarnya aktor yang berpeluang untuk mempunyai motivasi sebagai
pelaku kriminal pembakaran hutan.

Tinggal kita maknai dan simpulkan "siapa" mempunyai "motivasi apa", "berbuat apa", serta berapa besar kontribusinya terhadap bencana asap yang sedang melanda negeri kita saat ini.

Negara dan pemerintah telah lalai mengantisipasi faktor eksternalitas dalam menetapkan undang-undang dan peraturan terkait, dan juga telah lalai dalam menentukan kecepatan serta metoda bertindak dalam mengatasi bencana.

Setelah bertahun-tahun negeri ini mengalami bencana kebakaran hutan, ternyata negara dan pemerintah dapat dikatakan hanya mengandalkan turunnya  hujan untuk menghentikan kebakaran yang terjadi.

Negara kita tidak memiliki "action plan" yang terukur, serta juga tidak mempersiapkan diri dengan berbagai infrastrutur dan fasilitas yang memadai dalam menghadapi kebakaran hutan yang telah
terjadi selama puluhan tahun.

Rakyat marjinal di pelosok-pelosok negeri juga berpeluang untuk dipetakan melakukan kelalaian yang menyebabkan kebakaran hutan yang lebih besar.

Meskipun mereka pada dasarnya hanya bermaksud mencari hidup, namun keterbatasan mereka dalam banyak hal telah menyebabkan mereka menjadi bisa digolongkan lalai dalam memprediksi dinamika
kebakaran yang bisa terjadi dari niat mereka untuk membuka 0,25 - 0,5 hektare lahan dalam suatu musim tanam.

Perusahaan terkait tentunya juga berpeluang untuk melakukan kelalaian yang menjadi penyebab kebakaran hutan di areal kerjanya.

Jika kita membiarkan diri kita terperangkap  "traumatic-memory" dari kejahatan kehutanan di masa lalu, maka tentunya kita akan menjadi serta merta bersikap apripori serta tendensius untuk
mengarahkan tuduhan kepada perusahaan terkait.

Namun demikian, perlu kita ketahui bahwa  untuk bisa memasarkan produk mereka secara internasional, maka dalam lima tahun terakhir, perusahaan perkebunan dan kehutanan sudah tidak berpeluang lagi untuk melakukan berbagai bentuk pelanggaran lingkungan.

Perusahan perkebunan dan kehutanan telah dipasung oleh berbagai peraturan (nasional dan global) yang  mencekik perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk memperhatikan aspek lingkungan.
Mulai dari berbagai sertifikasi lingkungan hingga sertifikasi merek dagang  harus mereka penuhi dalam berusaha untuk menghasilkan devisa bagi bangsa dan negara kita.

Dalam konteks pengaruh politik lingkungan terhadap ekonomi global, sungguh tidak mudah bagi pengusaha kehutanan dan perkebunan saat ini untuk bisa menjadi besar dalam persaingan dagang secara
global.

Mereka dicekik oleh berbagai aturan sertifikasi lingkungan yang secara global diberlakukan "international agency" (lembaga internasional).

Selain penuh dengan kriteria dan indikator yang rumit, sertfikat membutuhkan biaya yang sangat besar pula untuk memenuhinya.

Di sisi lain, sudah menjadi rahasia umum  pula bahwa "darah" perusahaan pun  tidak henti-hentinya dihisap oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat (NGO) baik nasional maupun internasional.

Bahkan oleh berbagai lembaga pembangunan internasioanl (international development agency) yang selalu "memeras" perusahaan dengan berbagai macam bentuk proposal dan ancaman serta intimidasi
melalui pembentukan opini publik yang sangat subjektif dan tendensius, atau melalui isu lingkungan yang tidak henti-hentinya diputar serta dipelintir untuk mencari jalan mengeruk keuntungan
finansial dari perusahaan.

Lebih lanjut, jika kita pelajari sejarah kejahatan korporasi yang berkaitan dengan kebakaran di dunia, sebagian besar kejahatan kebakaran yang terjadi adalah selalu berkaitan dengan klaim
asuransi atau penghancuran agunan kredit untuk meminta status pailit.

Adapun di negeri kita, hingga hari ini tidak ada satupun peraturan yang mengizinkan perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk menjadikan tegakan perkebunan/kehutanan mereka sebagai agunan/kolateral dalam mendapatkan kredit komersial perbankan.

Demikian juga halnya perihal asuransi, perusahaan adalah tidak bisa mengasuransikan tegakan perkebunan dan kehutanan yang mereka miliki.

Atas hal itu, maka barangkali menjadi penting bagi kita untuk berhati-hati dalam mengarahkan kecurigaan dan tuduhan yang bersifat tendensius serta akan berdampak matinya industri perkebunan dan kehutanan negeri kita.

Sebagai anak bangsa, mestinya kita bisa mencibirkan Singapura yang telah memboikot produk negeri kita.

Jika kita belum bisa berfikir jernih dalam kekacauan berita, serta kalau kita tidak bisa membela industri perkebunan dan kehutanan kita,
maka sebaiknya janganlah memperburuk situasi dan menghancurkan citra industri perkebunan dan kehutanan kita.

Ingatlah berapa puluh juta jiwa yang menggantungkan hidupnya dari dua  industri itu, dan ingat pula lah tentang efek negatif berganda (domino effect) yang akan timbul jika dua industri itu
hancur oleh kegegabahan kita bersama.

Terakhir, berbagai data yang ada yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi dari tahun ke tahun malah menunjukan bahwa intensitas kebakaran terbesar adalah di luar areal usaha perkebunan dan usaha kehutanan.

Sebagai salah satu contoh, untuk tahun 2015 data Global Forest Watch menunjukkan bahwa kebakaran hutan di luar areal usaha adalah lebih tinggi dari yang terjadi di dalam areal usaha.

Bahkan informasi dari berbagai wilayah mengindikasikan bahwa tidak sedikit areal usaha perkebunan dan kehutanan yang sesungguhnya menjadi korban dari kebakaran di luar areal usaha mereka.

                  "Fire Mafia"
Lebih lanjut,  tentu saja kita juga tidak boleh melupakan hadirnya mafia api yang juga berpotensi terwujud dari kolaborasi banyak pihak, yaitu otak kejahatan (intelectual actors) dan peserta kejahatan (contributor actors).

Secara teoritis, otak kejahatan bisa merupakan: (a). kejahatan individu (individual criminal), (b). kelompok makelar tanah, (c). kelompok rakyat yang terhasut dalan khilaf dalam mencari uang untuk makan, (d) kelompok pesiteru/kompetitor (baik usaha ataupun sosial-kemasyarakatan),  dan seterusnya hingga (e). kelompok teroganisir yang melibatkan  banyak unsur pelaku..

Untuk memahami kompleksitas hal ini, cobalah cermati tentang rusaknya Taman Buru Pulau Rempang di wilayah Barelang Kepulauan Riau.

Tanyakanlah kepada Kementerian LHK mengapa tanah-tanah di Taman Buru tersebut dijual dan diiklankan secara terbuka oleh mafiatanah. Minta pula lah Kementerian LHK untuk menjelaskan dan
bertanggung jawab mengapa Taman Buru tersebut menjadi hancur, dan tanyakanlah pada nelayan lokal siapa saja oknum mafia dari negara tetangga yang memainkan peran dalam penguasaan pulau yang sesungguhnya berstatus Taman Buru tesebut.

Teruslah telusuri sepak terjang oknum mafia asing tersebut hingga ke Riau daratan dan berbagai pulau lain di Indonesia, kenali topeng-topeng wajahnya, dan cermati pula pola tindakannya.

Agar kita bisa bertambah paham, lalu  minta pula lah Kementerian LHK untuk mengungkap berapa banyaknya perubahan fungsi lahan yang telah diajukan  daerah sejak reformasi dan sejak diberlakukannya
UU Tata Ruang, serta tanyakan pula berapa banyak dan luas  yang telah disetujui.

Lalu, segarkan pulalah ingatan kita bahwa di negeri ini pernah ada beberapa pejabat negara  yang tergelincir dalam kasus alih fungsi lahan.

Jika semua dinamika tersebut di atas kita renungkan maka tentu akan mudah bagi kita untuk menyadari bahwa sesungguhnya kita telah lalai menyadari kehadiran mafia api yang telah secara sistematis membakar kawasan hutan dan lahan-lahan di negara kita secara sistematis dan terencana.

Kita semua telah dihancurkan dan diadu domba oleh mafia api dan mereka telah menggiring opini publik untuk menyalahkan perusahaan-perusahaan tertentu untuk mengaburkan siapa sesungguhnya aktor intelektual yang telah menjadi dalang dan mafia
api hutan selama ini.

Unsur-unsur kelalaian yang dimiliki  para-pihak (seperti telah dijelaskan di atas) telah dipelintir-pelintir dan di scale-up oleh para mafia kebakaran untuk berbagai kepentingan.

                   Pola Kejadian
Mencermati pola kejadian kebakaran yang meloncat-loncat secara acak di seluruh wilayah negeri kita, maka sebagai anak bangsa tentunya kita
juga perlu berfikir keras dan meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan adanya gerakan-gerakan tersembunyi pihak tertentu yang bermaksud
meruntuhkan eksistensi negara dan pemerintah melalui penciptaan penderitaan dan kemarahan rakyat dari bencana alam (natural disaster") dalam hal ini adalah kebakaran hutan dan kehancuran ekonomi negara.

Cobalah membayangkan rantai kejadiannya dan kondisi yang mengancam bangsa dan negara kita.

Kebakaran belum bisa di atasi, kabut asap terus menebal dan meningkatkan intensitas masalah kesehatan yang semakin banyak merenggut nyawa anggota masyarakat.

Perhubungan antarwilayah yang terus terputus akan secara pasti menyebabkan terhentinya roda ekonomi.

Kekuatan TNI terus dikuras untuk menjadi salah satu tulang punggung utama dalam mengatasi bencana, sedangkan Polri terus disibukkan dan disudutkan untuk mengejar pelaku yang tidak jelas
bayangannya.

Pengusaha terus diopinikan dan dituduh sebagai pelaku kriminal, sedangkan perusahaannya atas nama hukum dipaksakan untuk ditutup dan dihentikan.

Semua dinamika kejadian tersebut adalah sangat potensial sebagai pemicu terciptanya kekacauan yang bersifat fatal di negeri kita.

Agar tidak terlalu panjang,  kita cukupkan dahulu diskusi hingga di sini.

Selamat merenung dan mencermati, semoga kita bisa berfikiran jernih dan punya hati nurani untuk menjaga perekonomian serta eksitensi negara, nusa dan bangsa kita sendiri.

Sedangkan sebagai umat beragama, maka barangkali ada baiknya juga jika kita semakin khusyuk berdoa ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa agar kiranya tidak mengazhab bangsa kita seperti yang tertulis
dalam kitab suci Al Qur'an (Surat 44, Ayat 10-11).


*) Penulis adalah Ketua Program Studi Pascasarjana Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB).
 
 

Pewarta: Dr der Forst Ir Ricky Avenzora MSc F *)

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

KPK telaah laporan ICW dan Kontras mengenai dugaan pemerasan oleh 43 polisi

KPK telaah laporan ICW dan Kontras mengenai dugaan pemerasan oleh 43 polisi

24 Desember 2025 14:07

Kemendikdasmen turunkan tim untuk telaah kasus kematian seorang siswa SMA di Garut

Kemendikdasmen turunkan tim untuk telaah kasus kematian seorang siswa SMA di Garut

16 Juli 2025 18:53

KPK telaah laporan dugaan korupsi pada pengadaan pesawat jet pribadi KPU RI

KPK telaah laporan dugaan korupsi pada pengadaan pesawat jet pribadi KPU RI

8 Mei 2025 02:14

Erick Thohir telaah total Pertamina, jadi momentum lakukan perbaikan

Erick Thohir telaah total Pertamina, jadi momentum lakukan perbaikan

2 Maret 2025 15:58

Guru Besar FT UI telaah antisipasi kecelakaan teknologi pada industri berisiko tinggi

Guru Besar FT UI telaah antisipasi kecelakaan teknologi pada industri berisiko tinggi

30 Juli 2023 22:38

Presiden Jokowi: Menkopolhukam msih kaji dan telaah terkait putusan MK soal pimpinan KPK

Presiden Jokowi: Menkopolhukam msih kaji dan telaah terkait putusan MK soal pimpinan KPK

7 Juni 2023 09:35

Dishub Kota Bogor telaah permintaan 54 aset halte Perumda Trans Pakuan

Dishub Kota Bogor telaah permintaan 54 aset halte Perumda Trans Pakuan

16 Maret 2022 07:36

KPK telaah kasus dugaan korupsi aduan HMI Bekasi

KPK telaah kasus dugaan korupsi aduan HMI Bekasi

11 Januari 2022 15:49

Terpopuler

Pemerintah China protes penghancuran monumen kontribusi China di Terusan Panama

Pemerintah China protes penghancuran monumen kontribusi China di Terusan Panama

Bupati Karawang resmi buka jalan terowongan Gorowong di bawah rel kereta

Bupati Karawang resmi buka jalan terowongan Gorowong di bawah rel kereta

Pemkab Bogor: Bomang - Tegar Beriman tersambung tahun 2027

Pemkab Bogor: Bomang - Tegar Beriman tersambung tahun 2027

Bupati Karawang Aep Syaepuloh resmikan proyek infrastruktur di akhir tahun 2025

Bupati Karawang Aep Syaepuloh resmikan proyek infrastruktur di akhir tahun 2025

Pasar Tanah Abang tutup di Tahun Baru 2026

Pasar Tanah Abang tutup di Tahun Baru 2026

Top News

  • Edwards tinggalkan bangku cadangan saat Timberwolves kalah atas Hawks

    Edwards tinggalkan bangku cadangan saat Timberwolves kalah atas Hawks

    4 jam lalu

  • Baznas Bazis Jakut bedah 35 unit rumah selama  2025

    Baznas Bazis Jakut bedah 35 unit rumah selama 2025

    4 jam lalu

  • Pelni ajak calon penumpang yang akan gunakan program stimulus di Libur masa Nataru

    Pelni ajak calon penumpang yang akan gunakan program stimulus di Libur masa Nataru

    4 jam lalu

  • BSI ikut bangun 600 huntara tahap kesatu untuk korban banjir Sumatra

    BSI ikut bangun 600 huntara tahap kesatu untuk korban banjir Sumatra

    4 jam lalu

  • Sebanyak 34.976 pengunjung padati Kota Tua pada malam tahun baru 2026

    Sebanyak 34.976 pengunjung padati Kota Tua pada malam tahun baru 2026

    4 jam lalu

Antara News bogor
megapolitan.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Kabar Daerah
  • Ekonomi
  • Iptek
  • Artikel
  • Lingkungan Hidup
  • Wisata
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA