Dengan perkembangan tersebut maka secara keseluruhan tahun 2015, perekonomian Bali akan tumbuh melambat pada kisaran 5,73 persen - 6,73 persen (yoy).
Denpasar (Antara Megapolitan) Perekonomian Bali pada triwulan III 2015 diperkirakan  kembali mengalami perlambatan dengan rentang 5,62- 6,62 persen (yoy), jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 6,02 persen.

"Dengan perkembangan tersebut maka secara keseluruhan tahun 2015, perekonomian Bali akan tumbuh melambat pada kisaran 5,73 persen - 6,73 persen (yoy)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati, Minggu.

Dalam laporan kajian ekonomi dan keuangan regional Bali triwulan II-2015 disebutkan bahwa, perkembangan dunia kepariwisataan yang masih menggeliat di daerah ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali triwulan III 2015.

Sesuai perkembangan terakhir dari sisi penawaran, peningkatan pertumbuhan disebabkan oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi makan dan minum seiring dengan perkembangan industri pariwisata, terutama dari jumlah turis asing ke daerah ini.

Disamping peningkatan kinerja industri pariwisata, lapangan usaha pendukung industri pariwisata lainnya salah satunya lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, juga usaha konstruksi berpotensi mengalami peningkatan dengan realisasi proyek pemerintah di semester II 2015.

Ia menyebutkan, selain yang mengairahkan, tetapi sektor pertanian masih membayangi resiko perlambatan perekonomian triwulan III-2015, akibat melorot hasil panen padi karena terpengaruh kemarau panjang dan elnino.

"Sebab lapangan usaha pertanian masih dibayangi oleh resiko kemarau panjang dan potensi el-nino. Kemarau panjang tersebut terutama berdampak pada subkategori tanaman bahan makanan  yang dikhawatirkan adanya gagal panen padi," kata dia.

Dari sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan triwulan III 2015 diperkirakan didorong oleh komponen konsumsi baik dari sisi konsumsi pemerintah maupun konsumsi swasta, disamping adanya persiapan pelaksanaan pilkada di akhir tahun 2015.

Selain itu, dari sisi neraca perdagangan Provinsi Bali dipekirakan akan membaik. Kinerja ekspor diperkirakan akan mengalami peningkatan didorong oleh potensi peningkatan permintaan global di semester II 2015 serta peningkatan ekspor jasa yang berasal dari industri pariwisata.

Perkiraan peningkatan pertumbuhan ekspor tersebut diiringi oleh perlambatan impor seiring dengan berlanjutnya depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Perkiraan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2015 sejalan dengan hasil survei kegiatan dunia usaha yang dilakukan oleh Bank Indonesia yang menunjukkan peningkatan saldo bersih tertimbang kegiatan usaha mencapai 10,52 persen pada triwulan II 2015.  
    



Pewarta: IK Sutika
: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2026