Berdasarkan data base menunjukkan, di Indonesia saat ini ada 147 ribu koperasi aktif dengan sistem online, sedangkan 62 ribu lebih koperasi dinyatakan tidak aktif.Bandarlampung (Antara Megapolitan) - Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan bahwa sebanyak 62.000 koperasi di Tanah Air tidak aktif atau mati suri.
"Berdasarkan data base menunjukkan, di Indonesia saat ini ada 147 ribu koperasi aktif dengan sistem online, sedangkan 62 ribu lebih koperasi dinyatakan tidak aktif," kata dia, pada peringatan Hari Koperasi ke-68 di Bandarlampung, Senin.
Ia menyebutkan, sebanyak 147 ribu koperasi itu dalam kondisi sehat dan masih melakukan kegiatan di seluruh Indonesia. Koperasi-koperasi tersebut sudah memiliki nomor induk koperasi dan sistem online, sedangkan 62 ribu koperasi lainnya tidak dimasukkan ke dalam pembaharuan data base karena dianggap tidak aktif dan dibubarkan.
Pemerintah, lanjutnya, giat mengkampanyekan penguatan koperasi dengan target penambahan minat warga untuk menjadi anggota koperasi dan peningkatan kualitas manajemen.
Selain itu, pemerintah telah melakukan reformasi perizinan dan pembuatan nomor induk koperasi. "Kini pengurusan nomor induk koperasi dapat diurus di kecamatan dengan satu izin tunggal," jelasnya.
Kementerian Koperasi dan UMKM juga telah memperbaharui data base untuk meningkatkan kualitas manajemen koperasi. Pembaharuan data base tersebut akan menjadi langkah awal dari peningkatan kualitas koperasi di Indonesia.
"Untuk mendukung rencana tersebut, kementerian berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia," ujarnya pula.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dianggap sebagai garda terdepan dalam pengelolaan kegiatan koperasi di masing-masing daerah.
Menteri Koperasi dan UMKM menambahkan Hari Koperasi juga menjadi momentum bagi Kementerian Koperasi dan UMKM, untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pembaharuan database koperasi di Indonesia.
Pewarta: Agus Wira Sukarta & Agusta HEditor : M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.