Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) resmi melantik jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah masa bakti 2026-2030 dalam seremoni kebangsaan yang berlangsung di Jakarta, Jumat (7/8).
Mengusung tema "Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri", pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen INTI untuk menjadi jembatan solusi bagi persoalan bangsa.
Salah satu upaya INTI menjadi jembatan berbagai persoalan bangsa, adalah dengan aktif bersinergi dengan pemerintah. Seperti Jumat (7/8/2026) pagi, sebelum pelantikan dilaksanakan malam harinya, INTI menggelar kolaborasi nasional dengan Kementerian Hukum lewat program “Pasti Ada Solusi”.
”Dihadiri sekitar 100 anggota pengurus INTI yang Sebagian besar adalah pelaku usaha dari berbagai sektor, kami berdialog, memberikan dukungan terhadap program yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Salah satunya terkait kewarganegaraan dan berbagai dinamika problem birokrasi yang terjadi hari ini,” ungkap Ketua Harian INTI sekaligus Ketua Panitia Pelantikan INTI periode 2026-2030 Ulung Rusman di acara puncak pelantikan, Jumat malam.
Hal itu selaras dengan rencana INTI ke depan untuk memperkuat bidang hukum dan pelayanan publik. Ulung menyebut, INTI akan memperkuat Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH INTI) sebagai pusat advokasi masyarakat, perlindungan hak asasi manusia, serta kajian kebijakan publik strategis.
Organisasi juga akan menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum melalui program Layanan Kewarganegaraan untuk meningkatkan edukasi hukum dan pelayanan administrasi kepada masyarakat.
Ulung juga memuji kolaborasi nasional yang terjalin dengan Kementerian Hukum tersebut, diharapkan bisa menjadi role model, menjadi jembatan, dalam menjawab berbagai persoalan bangsa terkait hukum dan birokrasi. “Ini menjadi kolaborasi nasional pertama dengan pihak luar. Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Perhimpunan INTI sebagai organisasi kebangsaan yang mau terlibat menjadi bagian dari solusi bangsa,” puji Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, disela-sela live program “Pasti Ada Solusi” yang digelar Jumat (7/8/2026).
Dalam pelantikan INTI kali ini, hadir sejumlah pejabat negara, diantaranya Hashim Djojohadikusumo selaku Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim yang juga Ketua Dewan Penasehat INTI. Pelantikan juga dihadiri oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dan anggota DPD RI Yorrys Raweyai, Jaksa Agung Muda bidang Intelijen Reda Manthovani, dan Jaksa Agung Muda bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Narendra Jatna yang menunjukkan kuatnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan dunia usaha dalam memperkuat pembangunan nasional berbasis kolaborasi.
Ketua Umum INTI Indra Wahidin menyampaikan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga semangat kebangsaan sekaligus memperluas kontribusi organisasi di berbagai sektor strategis. Menurutnya, INTI harus terus menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat. “Tema Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri" bukan hanya slogan organisasi, tetapi komitmen seluruh pengurus untuk bekerja nyata, memperkuat persatuan nasional, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Indonesia, sesuai dengan tagline kepengurusan kali ini "Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen"," ujar Indra Wahidin.
Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, INTI telah menyusun peta jalan organisasi melalui berbagai program unggulan yang berfokus pada pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, digitalisasi, hingga penguatan organisasi dan kaderisasi. Salah satu prioritas utama adalah Program Pendidikan dan Pengembangan SDM.
Melalui Beasiswa Pelangi INTI, organisasi akan memperluas akses pendidikan bagi pelajar SMA/SMK, memperkuat jaringan Alumni Pelangi, menyelenggarakan kegiatan Fun Walk sebagai bagian dari gerakan kepedulian pendidikan, serta membuka peluang pembelajaran internasional melalui program Pelangi Goes China. Di samping itu, INTI juga meluncurkan Program Magang Berbayar untuk menciptakan pengalaman kerja bagi generasi muda serta memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia industri.
Penguatan ekonomi masyarakat juga diwujudkan melalui pembentukan INTI Koperasi yang akan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi, serta program Operasi Pasar bersama Perum BULOG sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sekretaris Jenderal PP INTI Hardy Stefanus menjelaskan, bahwa kepengurusan baru telah menyiapkan agenda strategis empat tahun ke depan yang berorientasi pada pembangunan SDM, transformasi organisasi, komunikasi publik, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. "INTI ingin menjadi organisasi yang adaptif, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman. Kolaborasi menjadi kunci agar seluruh program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Hardy Stefanus.
Pada bidang kebangsaan, INTI akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pertahanan melalui program INTI Bela Negara, sekaligus melanjutkan kolaborasi dengan Lemhannas RI melalui program Taplai Lemhannas bagi para alumni pendidikan kepemimpinan nasional untuk memperkuat koordinasi, wawasan kebangsaan, dan ketahanan nasional. Pengembangan kader juga menjadi prioritas melalui penguatan organisasi sayap GEMA INTI dan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI).
Berbagai program pelatihan kepemimpinan, kaderisasi, pendidikan politik, serta pengembangan anggota akan dijalankan secara berkelanjutan agar lahir generasi pemimpin yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa. Dengan kepengurusan baru dan jaringan organisasi yang telah tersebar di lebih dari 18 provinsi dan 80 cabang di kabupaten dan kota, INTI optimistis mampu memperkuat perannya sebagai organisasi kebangsaan dan mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, INTI berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. ”INTI ingin menjadi jembatan solusi dan pemersatu bangsa,” tuntas Hardy.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.