Suatu kebanggaan untuk AGP bisa bekerja sama dengan IPB, karena memiliki kesamaan visi dan misi serta perjuangan untuk mengabdikan diri kepada negeri dan berbagi kepada masyarakat.
Bogor, (Antara Megapolitan) - Artha Graha Peduli dan Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dalam bidang pengembangan teknologi, inovasi pertanian, untuk mendukung terwujudnya program swasembada pangan oleh pemerintah pusat.

Komitmen kerja sama tersebut tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan antara Artha Graha Peduli dan IPB yang berlangsung di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

"Ketahanan pangan saat ini menjadi isu yang sangat penting di Indonesia. Kami melihatnya, peningkatan hasil pertanian menjadi suatu yang penting, oleh karena itu AGP mengambil bagian dalam pengembangan pertanian bersama IPB," kata Ketua Harian Artha Graha Peduli, Indra S Budianto.

Menurut Indra, dalam kerja sama tersebut AGP terlibat dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian, penyiapan sumber daya manusia, dan produk pertanian berbasis sayuran organik. Sedangkan lahan yang akan digunakan berada di wilayah Bogor yakni di Cijeruk dan Jonggol.

"Suatu kebanggaan untuk AGP bisa bekerja sama dengan IPB, karena memiliki kesamaan visi dan misi serta perjuangan untuk mengabdikan diri kepada negeri dan berbagi kepada masyarakat," kata Indra.

Indra mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman hari ini akan mempererat kerja sama antara AGP dan IPB di masa datang, diharapkan berlanjut untuk jangka panjang. Karena ini sesuai dengan misi Artha Graha Peduli yakni menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat Indonesia.

"Termasuk perguruan tinggi, kerja sama ini dalam rangka mendukung program pemerintah melalui lima pilar Artha Graha Peduli yakni pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat dan bantuan hukum serta keadilan," katanya.

Sementara itu, Rektor IPB Herry Suhardiyanto menyambut baik terjalinnya kerja sama antara kedua belah pihak.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan, namun hal tersebut perlu teknologi yang tepat dan persiapan sumber daya manusia yang mumpuni untuk dikembangkan, terlebih lagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Berawal dari kerja sama ini, kita berharap bisa dilakukan tindak lanjut untuk melaksanakan kegiatan lain yang berguna bagi masyarakat, bagaimanapun kita harus serius menangani masalah kedaulatan pangan agar tidak terkuasai oleh negara lain," katanya.

Ia mengatakan, IPB sudah banyak mempunyai produk dan inovasi teknologi pertanian yang mumpuni, hanya saja, sebagai akademisi masih terkendala dengan mitra kerja dalam mengembangkan produk-produk tersebut.

Sebagai contoh, lanjut Herry, hingga kini IPB telah mempunyai sekitar 1.700 inovasi teknologi pertanian. Namun, baru bisa diimplementasikan sekitar 10 persen atau sekitar 170 produk inovasi yang sudah diterapka dan dirasakan manfaatnya oleh para petani.

"Tentu kerja sama ini, kami harapkan bisa mengaplikasikan apa yang telah kami kembangkan selama ini," kata Prof Herry.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Artha Graha Peduli Indra S Budianto menyatakan siap untuk mendukung IPB dalam mengimplementasikan hasil inovasi yang telah dihasilkan, melalui jaringan kerja yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

"Artha Graha memiliki jaringan kerja, ada unit-unit usaha di perkebunan, perikanan, pertanian, dan peternakan. Ini bisa menjadi mitra strategis IPB," katanya.

Indra menambahkan, selain bidang pertanian, Artha Graha Peduli juga melibatkan IPB dalam persoalan konservasi di Bukit Barisan, Lampung Barat melalui Tambling Wildlife Nature Conservantion (TWNC) atau Pusat Konservasi Satwa Liar.

Pewarta: Laily Rahmawati
Editor : M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2026