Salah satu SD di Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, yang menampung ribuan siswa dalam empat ruang kelas."
Bekasi, (Antara Megapolitan) - Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi Sanwani mengkritik kondisi sejumlah bangunan sekolah dasar di wilayah setempat yang dinilai tidak representatif.

"Banyak bangunan SD di Kota Bekasi yang kumuh dan tidak representatif untuk dijadikan sebagai ruang belajar mengajar," katanya di Bekasi, Rabu.

Menurut dia, dalam agenda inspeksi mendadak (sidak) yang digelar sejak Januari 2015 lalu ditemukan sejumlah bangunan SD yang digabung kegiatan belajar mengajarnya dalam satu area, bangunan yang rawan roboh, dan jumlah tenaga pengajar yang minim.

"Salah satu SD di Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, yang menampung ribuan siswa dalam empat ruang kelas. Akibatnya kegiatan belajar dilakukan sampai tiga `shift`," katanya.

Di kawasan yang sama, kata dia, terdapat juga satu bangunan sekolah yang menampung siswa dari empat sekolah dasar.

Menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, kondisi demikian berimplikasi pada kebutuhan tenaga pengajar untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar siswa.

Dia juga mengkritik kinerja eksekutif setempat yang dinilai lamban dalam memperbaiki kerusakan bangunan SDN 01 Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, yang saat ini rawan roboh.

Kondisi SD Negeri 01 Sumurbatu yang berada di Kampung Cisalak, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, sangat memprihatinkan.

Beberapa bagian plafon yang ada di kelas sudah jebol, bahkan satu dari delapan kelas yang ada tidak bisa digunakan karena atapnya telah ambruk.

Pengamatan di lapangan, selain atapnya jebol, lapisan cat dinding sekolah sudah terkelupas.

Bahkan tiang pondasi sebagai penopang bangunan telah miring, sehingga membuat ratusan siswa yang belajar di lokasi itu menjadi ketakutan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Meski pihak sekolah telah tujuh kali melayangkan surat permohonan perbaikan bangunan sejak 2010, namun hingga kini belum terealisasi.

"Kami juga memahami adanya keterbatasan anggaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Karena dari pengajuan anggaran kegiatan pada 2015 sebesar Rp500 miliar, saat ini masih minus Rp300 miliar," katanya.

Namun demikian, dia berharap Disdik dapat memaksimalkan anggaran yang ada untuk kegiatan prioritas.

"Kami mengarahkan agar ruang kelas sekolah bisa bagus, memadai, penghijauan di sekolah ditambah, dan sarana olah raga, serta areal parkir diperbaiki lagi. Ini harus jadi skala prioritas pada tahun ini," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026