Dari foto yang diambil oleh petugas, tampak alat berat berwarna biru tersebut sedang membuat kanal di kawasan hutan penyangga biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu."Pekanbaru (ANTARA BPJ-Bogor) - Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkalis dan Kepolisian Sektor Siak Kecil melakukan pantauan udara (20/2) dan menemukan satu unit eskavator (alat berat) di Desa Sungai Linau, kawasan hutan penyangga biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu.
Dari foto yang diambil oleh petugas, tampak alat berat berwarna biru tersebut sedang membuat kanal di kawasan hutan penyangga biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu.
Kapolres Bengkalis, AKBP Supriadi di Pekanbaru, Sabtu, saat dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui keberadaan alat berat tersebut.
"Saya belum mendapatkan laporan dari anggota tentang alat berat tersebut," katanya.
Supriadi justru mempertanyakan keterkaitan antara alat berat yang beroperasi diduga di hutan penyangga biosfer Giam Siak Kecil tersebut dengan aktivitas pembalakan liar.
Namun ia mengatakan akan segera mencari tahu keberadaan alat berat tersebut dan berkomitmen akan memberantas para pelaku pembalakan liar yang beraktivitas di wilayah hukum yang ia pimpin.
Sebelumnya Polres Bengkalis berhasil mengamankan sebanyak 11 pelaku pembalakan liar di tiga kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Pinggir dalam rentang waktu dua pekan
Ia menjelaskan, tujuh pelaku diamankan di Kecamatan Bukit Batu, dua pelaku diamankan di Kecamatan Pinggir dan dua lainnya diamankan di Kecamatan Bengkalis.
Dalam penangkapan itu, Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa enam unit mesin pemotong kayu (chainshaw), empat bilah parang, satu unit sepeda kargo, dua alat pengait kayu, lima unit sepeda motor, enam jerigen minyak bensin, serta dua jerigen oli.
Sebelumnya BPBD menyatakan Kecamatan Siak kecil, tepatnya di Desa Linau merupakan salah satu wilayah kebakaran hutan dan lahan terluas di Bengkalis.
: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.