"Penyuluh merupakan ujung tombak di lapangan dengan turunnya anggaran APBN dan APBN-P 2015 ini kami harapkan penyuluh dan seluruh pemangku kepentingan sama-sama mengawal kegiatan ini," kata Menteri saat menghadiri Rapat Kerja Nasional 2015 mendukung upaya khusus pencapaian swasembada padi, serta peningkatan produksi jagung dan kedelai, di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Amran mengatakan dalam Kementerian Pertanian telah mengusulkan anggaran tambahan sebesar Rp16,9 triliun dalam APBN-Perubahan tahun anggaran 2015.
Usulan tambahan anggaran yang telah disetujui tersebut akan digunakan untuk mendukung upaya khusus dalam program percepatan swasembada padi dan peningkatan produksi jagung serta kedelai.
"Kegiatan ini ada upaya khusus di sana, di mana satu eselon II ditempatkan di satu kabupaten di seluruh Indonesia, jadi sama-sama Bakorluh, mahasiswa, dan dosen mengawal program menuju swasembada padi," katanya.
Amran optimistis dengan semangat yang dimiliki sumber daya Kementerian Pertanian program swasembada padi dapat tercapai dalam waktu tiga tahun.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pertanian kejar-kejaran dengan waktu dan melayani dengan cepat setiap persoalan pertanian yang ada di daerah. Setidaknya ada enam persoalan yang menjadi kendala dalam memajukan sektor pertanian.
Enam permasalahan tersebut rusaknya saluran irigasi mencapai 52 persen, ketersediaan atau serapan benih yang masih rendah yakni hanya 20 persen, kekurangan dan keterlambatan distribusi pupuk, minimnya peralatan pertanian serta kekurangan penyuluh.
"Kita membutuhkan 70.000 penyuluh, saat ini sudah ada 27.000 penyuluh PNS, dan 20.000 PPL dan sisanya 20.000 lagi kita upayakan melalui program swadaya untuk menyempurnakan jumlahnya," katanya.
Rapat Kerja Nasional 2015 mendukung upaya khusus pencapaian swasembada padi, serta peningkatan produksi jagung dan kedelai diikuti oleh perwakilan Bakorluh dari 33 provinsi di seluruh Indonesia.
Selain meminta untuk mengawal anggaran, Amran juga mengingatkan para Bakorluh untuk mau berkontribusi aktif membantu para petani dalam meningkatkan pertaniannya.
"Jadi tolong jika di lapangan terdengar keluhan para petani tolong dicek. Segera laporkan kepada saya, bisa langsung menghubungi nomor saya, nanti akan segera kita tindak lanjuti," katanya.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.