Subang, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) dapat meningkatkan produktivitas padi 11-12 ton per hektare.
"Metode ini meningkatkan populasi, dari yang sebelumnya 360 ribu rumpun menjadi 800 ribu sampai satu juta," kata Mentan Amran saat meninjau panen metode PM-AAS di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu.
Mentan menyatakan bahwa metode PM-AAS dapat meningkatkan produktivitas panen padi dari yang sebelumnya rerata 5-6 ton per hektare menjadi 11-12 ton per hektare.
Menurut dia, dengan metode tersebut maka benih padi yang ditanam akan lebih banyak sehingga akan meningkatkan produktivitas.
Baca juga: Mentan copot 27 pejabat di Agustus akibat penyimpangan anggaran dan judol
Baca juga: Mentan realisasikan bantuan alsintan ke buruh tani di Karawang
Baca juga: Mentan cek langsung penanganan kekeringan ancam areal persawahan di Karawang Jabar
Pada penanaman metode konvensional, kata Amran, petani hanya menanam 360 ribu rumpun per hektare sedangkan pada metode PM-AAS bisa mencapai 800 ribu hingga 1 juta rumpun.
"Satu rumpun itu menghasilkan 13-15 gram, kalau dikalikan 800 atau 1 juta maka hasilnya dapat kelihatan," ujarnya.
Amran menambahkan bahwa metode PM-AAS saat ini sudah dilakukan di 10 provinsi di antaranya Jawa Barat, Sumatera Utara, Lampung, Banten, dan Nusa Tenggara Barat.
Hasilnya kata Amran, dengan menggunakan metode PM-AAS maka produktivitas padi di sejumlah wilayah percontohan meningkat 5-6 ton per hektare.
"Ini meningkatkan 2 kali lipat yang biasanya 5 ton bisa berproduksi 11-12 ton," katanya menambahkan.
Pewarta: Khaerul IzanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.