Bogor, (Antaranews Bogor) - Jalur alternatif Puncak di Kampung Cidokom, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tertutup material longsor tebingan setinggi 7 meter.

Kepala Polisi Sektor Cisarua, Kompol Musimin menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan gerimis melanda wilayah Puncak.

"Tidak ada korban jiwa, jalur biasa digunakan masyarakat kampung. Hanya saja untuk sementara ini jalan tidak bisa dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat," katanya saat dihubungi Antara, Rabu malam.

Ia mengatakan, jajaran Muspika Cisarua bersama-sama warga sudah melakukan langkah evakuasi material tanah longsor menimbun badan jalan setinggi 2 meter dan panjang jalan tertutup sekitar 7 meter dengan menggunakan alat seadanya.

Upaya evakuasi sudah dilakukan sejak ba`da Mahgrib, meski sebagian material tanah sudah dievakuasi dari jalan, tetapi jalur yang menghubungi Lembah Nyiur menuju Megamendung dan Taman Safari tidak bisa dilalui.

"Karena kondisi jalan masih licin oleh tanah, ditambah lagi rute jalur ada tikungan tajam dan menajak cukup curam. Jadi kami minta warga untuk tidak melintas dulu di jalan ini," katanya.

Menurut Kompol Musimin, jalan tersebut biasanya digunakan oleh masyarakat kampung yang ada di Desa Kuta, Desa Citeko, dan Desa Kopo.

Jalan tersebut juga menjadi akses sejumlah penginapan kelas melati yang ada di sekitar Desa Kopo RT 1/RW 12, Kecamatan Cisarua.

"Biasanya jalur ini digunakan sebagai jalur alternatif bagi pengunjung Puncak ketika diberlakukan satu arah. Tetapi di hari kerja, jarang digunakan oleh pengunjung," katanya.

Saat ini, kondisi di lapangan masih dilakukan evakuasi material longsor dengan menggunakan alat berat yang diturunkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

"Warga masih bisa menggunakan jalur lain yakni Jalan Raya Puncak untuk bisa beraktivitas, dari Lembah Nyiur ke Megamendung maupun ke arah Taman Sarafi," katanya.

Sekitar pukul 20.04 alat berat beckho tiba dan melakukan evakuasi. Beruntung di lokasi jauh dari pemukiman warga. Di antar alokasi hanya ada tebing dan jurang, sehingga tidak ada rumah warga yang tertimpa material longsor tebing yang memiliki ketinggian sekitar 7 meter.

Longsor tebingan ini disebabkan oleh hujan yang mengguyur kawasan Puncak yang berlangsung sejak sore hingga malam.

Pewarta: Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026