Jakarta (ANTARA) - Perusahaan produk makanan Lemonilo menandai satu dekade perjalanannya dengan meraih sertifikasi B Corp yang menilai penerapan standar sosial, lingkungan, dan tata kelola dalam praktik bisnis.

Co-Founder dan Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas penerapan prinsip keberlanjutan setelah beroperasi selama 10 tahun.

"Sepuluh tahun lalu kami memulai Lemonilo dengan mimpi sederhana, yaitu membuat pilihan makanan yang lebih sehat dapat dinikmati oleh lebih banyak orang," kata Shinta.

Menurut dia, perjalanan selama satu dekade membuat perusahaan memandang aspek kesehatan tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga cara menjalankan bisnis, memperlakukan pekerja, memperhatikan lingkungan, serta mengambil keputusan untuk jangka panjang.

Lemonilo didirikan oleh Shinta Nurfauzia, Ronald Wijaya, dan Johannes Ardiant pada 1 Oktober 2016 dengan mengawali bisnis sebagai lokapasar produk sehat.

Perusahaan kemudian berkembang menjadi produsen barang konsumsi dengan sejumlah kategori produk, antara lain mi instan, makanan ringan, dan bumbu dapur.

Memasuki usia satu dekade, Lemonilo memperoleh sertifikasi B Corp yang dikembangkan B Lab untuk mengukur dampak sosial dan lingkungan perusahaan.

Penilaian melalui B Impact Assessment tersebut mencakup lima aspek, yakni tata kelola, pekerja, komunitas, lingkungan, dan konsumen.

Penilaian tidak hanya melihat kegiatan sosial maupun lingkungan yang dilakukan perusahaan, tetapi juga penerapan prinsip tersebut dalam kegiatan bisnis, mulai dari pengambilan keputusan, pengelolaan pekerja dan rantai pasok hingga tanggung jawab terhadap konsumen.

"B Corp membantu kami memastikan bahwa membangun Lemonilo harus disertai dengan adanya kesinambungan serta keselarasan kualitas produk, konsumen, karyawan, lingkungan, mitra, serta komunitas," ujar Shinta.

Dalam satu dekade terakhir, perusahaan juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial bersama pemerintah, Palang Merah Indonesia (PMI), komunitas, dan lembaga lainnya.

Pada akhir 2025 hingga awal 2026, Lemonilo menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat dengan nilai sekitar Rp182,8 juta dalam bentuk dana dan produk makanan.

Pada 2026, perusahaan juga berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam kegiatan untuk anak-anak di Komunitas Gumul Juang Ciliwung.

Shinta mengatakan sertifikasi B Corp akan menjadi salah satu acuan perusahaan untuk mengevaluasi dampak bisnis terhadap para pemangku kepentingan.

"Hari ini kami melihat B Corp sebagai awal dari tanggung jawab yang baru. Kami ingin terus belajar, memperbaiki diri, dan memastikan bahwa ketika Lemonilo tumbuh, manfaat yang kami bawa juga ikut tumbuh," kata Shinta.

 



Pewarta: Antara
Uploader : M Fikri Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026