DPRD Kabupaten Bogor dijadwalkan menggelar rapat paripurna istimewa memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.
"Rapat dikemas sederhana menggunakan meja dan bangku sekolah dasar (SD)," Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor Irwan Purnawan di Cibinong, Kamis.
Ia mengatakan sidang paripurna tahun ini dibuat berbeda dari biasanya karena menjadi bagian dari napak tilas sejarah pemerintahan Kabupaten Bogor di Desa Malasari.
“Paripurna yang lain daripada biasanya, karena memang ini monumental. Bupati ingin semua dipusatkan di sana untuk mengenang Kantor Bupati lama yang ada di Malasari,” kata Irwan.
Menurut dia, rapat paripurna akan dipusatkan di kawasan Kampung Citalahab yang berada tidak jauh dari lokasi upacara HJB ke-544.
Baca juga: Ketua DPRD Bogor tegaskan soal pokok-pokok pikiran disorot KPK
Baca juga: DPRD-Pemkab Bogor sepakat bisa tingkatkan kualitas pendidikan
Irwan menjelaskan konsep kegiatan dibuat sederhana dan menyatu dengan alam, sesuai dengan konsep peringatan HJB tahun ini yang dipusatkan di kawasan kaki Gunung Halimun Salak.
“Jadi, sekalian napak tilas. Dipusatkan di sana, upacara sekalian paripurna di Kampung Citalahab,” ujarnya.
Ia mengatakan fasilitas sidang paripurna juga disiapkan sederhana dengan menggunakan meja dan bangku SD untuk anggota DPRD, namun tetap menjaga kekhidmatan acara.
“Tetap kita berjalan hikmat, cuma menyatu dengan alam. Jadi, disiapkan meja-meja untuk anggota DPRD, bangku SD, sederhana saja tapi tetap hikmat,” kata Irwan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan perayaan HJB ke-544 akan dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah pelosok.
Baca juga: Ketua DPRD Bogor: Koperasi jadi fondasi ekonomi masyarakat
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan peringatan HJB tahun ini untuk pertama kalinya digelar di kawasan kaki Gunung Halimun Salak dengan konsep sederhana dan berbaur dengan masyarakat.
“Sudah fix di Desa Malasari pada 3 Juni 2026,” kata Ajat.
Menurut dia, rangkaian utama HJB tetap meliputi upacara dan rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan di kawasan Citalahab.
“Nanti konsepnya senatural mungkin, berbaur dengan masyarakat. Jadi, tidak bermewah-mewah,” ujarnya.
Ajat menambahkan Bupati Bogor Rudy Susmanto menginginkan perayaan HJB memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat melalui keterlibatan "homestay" dan rumah warga selama kegiatan berlangsung.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026