Ketua Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Bunda PAUD Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) untuk memperkuat layanan kesehatan mental di Posyandu dan satuan PAUD.
"Hari ini kita melakukan diskusi dan penjajakan kerja sama dengan Fakultas Psikologi Undip. Fokus kita adalah untuk mengembangkan program-program di Bunda PAUD dan Posyandu," katanya, di Semarang, Jumat.
Di hadapan Dekan Fakultas Psikologi Undip Semarang Prof Dian Ratna Sawitri, Nawal memaparkan sejumlah program unggulan serta peluang kolaborasi, yang berfokus pada penguatan layanan Posyandu dan peningkatan kualitas PAUD di Jateng.
Ia mengungkapkan alasan menggandeng Fakultas Psikologi Undip karena membutuhkan kolaborasi dengan akademisi untuk menyukseskan program TP Posyandu dan Bunda PAUD, khususnya layanan kesehatan mental.
Baca juga: Riset Kolaboratif jawab krisis kesehatan mental anak muda lewat Spiritualitas, Resiliensi, dan literasi digital
Istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen itu membeberkan sejumlah peluang kolaborasi, yang bisa dilakukan kedua pihak.
Untuk posyandu, meliputi penguatan kapasitas kader, penyuluhan dan rehabilitasi trauma pascabencana, serta layanan konseling atau pemulihan psikis bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas korban kekerasan.
Sedangkan untuk PAUD, Fakultas Psikologi Undip dapat memberikan dukungan dalam peningkatan kapasitas guru tentang tumbuh kembang anak serta kesehatan mental anak PAUD.
Kemudian, penyuluhan orang tua tentang tumbuh kembang anak dan pengasuhan anak usia dini, serta pemulihan psiklogis bagi anak PAUD korban kekerasan atau bullying.
Menurut dia, layanan kesehatan mental itu relevan dengan permasalahan anak saat ini, serta menjadi bagian dari inovasi posyandu 6 Standar Pelayanan Masyarakat (SPM), yang melayani bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Baca juga: Menteri PPPA tekankan pentingnya pengasuhan positif pada anak guna cegah kekerasan
"Kami butuh sekali untuk bagaimana pembuatan modul, peningkatan kapasitas, kemudian di Posyandu nantinya paling tidak itu kita melakukan (menghadirkan) layanan kesehatan mental," katanya.
Hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui diskusi lanjutan hingga penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), antara Pokja Bunda PAUD dan TP Posyandu Jateng dengan Fakultas Psikologi Undip.
"Nanti kami akan melakukan asesmen terlebih dahulu secara konkretnya bagaimana, kita akan melakukan diskusi-diskusi lebih lanjut untuk kita tanda tangani PKS dengan Fakultas Psikologi Undip," katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Undip Prof Dian Ratna Sawitri menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan layanan kesehatan mental di posyandu dan PAUD di Jateng.
Ia berharap terjalin kerja sama yang lebih erat, khususnya dalam bidang psikologi keluarga, kesehatan mental, psikologi perkembangan, pendidikan, serta program pemberdayaan masyarakat.
SDM profesional juga siap diterjunkan untuk pengembangan kapasitas guru PAUD dan kader posyandu, pengelolaan siswa berkebutuhan khusus, pemulihan kesehatan mental di daerah bencana, dan serta pendampingan anak di "daycare".
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026