New York (Antaranes Megapolitan/Xinhua) - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah diperdagangkan berfluktuasi, menyusul hasil survei terpisah yang menunjukkan produksi minyak mentah di produsen-produsen minyak utama menurun.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi 32,68 juta barel per hari (bpd) pada bulan lalu, turun 460.000 barel per hari dari November, dan merupakan penurunan bulan ke bulan terbesar sejak Januari 2017, kata survei Reuters pada Kamis (3/1).

Sementara itu, survei oleh Bloomberg menunjukkan produksi minyak dari OPEC turun 530.000 barel per hari menjadi 32,6 juta barel per hari pada Desember, juga merupakan penurunan paling tajam sejak Januari 2017.

Januari tahun ini juga menandai dimulainya pemangkasan produksi oleh OPEC dan sekutunya.

Pada pertemuan Desember lalu, OPEC dan beberapa produsen minyak utama lainnya, termasuk Rusia, berjanji untuk memotong produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, efektif mulai Januari 2019.

Prospek untuk penurunan lebih lanjut dalam produksi minyak mentah dan kekhawatiran atas kemungkinan menyusutnya permintaan minyak karena pertumbuhan global yang melambat, menyebabkan volatilitas pasar pada  Kamis (3/1), para ahli mencatat.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 0,55 dolar AS menjadi menetap pada 47,09 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik 1,04 dolar AS menjadi ditutup pada 55,95 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Penerjemah: A. Suhendar//R. Fardaniah.

Pewarta: Xinhua

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019