Ankara, Turki (Antaranews Megapolitan/Anadolu-OANA) - Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu (17/10) mengatakan Iran mesti memalingkan wajahnya ke arah Timur dan negara yang berkembang cepat di Asia.

"Kita telah memalingkan wajah kita ke TImur, sebab kita perlu membangun hubungan dengan negara yang berkembang cepat di bidang teknologi, dan kebanyakan negara itu berada di Asia, bukan di Barat. Tak ada apa-apa kecuali tertinggal dan dihina dalam memandang ke Barat dan Eropa," kata Ali Khamenei, di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan kantornya.

Pernyataannya dikeluarkan saat ia menerima cendekiawan, sivitas akademika, intelektual dan mahasiswa di Ibu Kota Iran, Teheran.

"Kaum intelektual mesti memanfaatkan masalah nasional," kata Khamenei, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Pada Selasa AS menjatuhkan sanksi banyak pengusaha yang dikatakannya mendukung cabang Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), yang merekrut anak-anak sebagai tentara di Iran dan Afghanistan untuk berperang di Suriah.

Departemen Keuangan AS mengatakan jaringan keuangan itu mendukung Pasukan Perlawanan Basij, pasukan paramiliter cabang IRGC.

Secara keseluruhan AS menjatuhkan sanksi atas sedikitnya 20 pemilik kegiatan usaha dan bank, termasuk satu peruhaan baja, beberapa kelompok keuangan dan satu perusahaan pembangunan tambang. Semua tempat usaha tersebut diduga menjadi bagian dari Bonyad Taavon Baij, atau Yayasan Koperasi Basij --yang dituduh menyalurkan uang untuk pasukan itu melalui sistem rumit perusahaan terselubung dan langkah keuangan.

Sanksi tersebut dijatuhkan di tengah desakan Pemerintah Presiden AS Donald Trump untuk menggunakan tekanakan keuangan atas Teheran.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan di dalam satu pernyataan yang menyertai pengumuman sanksi tersebut bahwa jaringan itu "adalah contoh mengenai bagaimana IRGC dan pasukan militer Iran telah mengembangkang keterlibatan ekonomi mereka dalam industri besar, dan diduga menyusupi kegiatan susaha sah untuk mendanai kegiatan teror dan jahat".

Pewarta: Anadolu-OANA

Editor : Feru Lantara


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018