Bogor (Antaranews Megapolitan) - Bagi sebagian orang, hewan peliharaan merupakan bagian dari keluarga.Tak sedikit orang yang menganggapnya sebagai teman terbaik manusia yang selalu setia mendengarkan keluh kesah sang majikan.Tak heran jika upaya merawat dan menjaga hewan peliharan menjadi hal penting untuk dilakukan.

Himpunan Profesi Hewan Kesayangan dan Satwa Akuatik Eksotik Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (HKSA FKH IPB) menjawab kebutuhan tersebut dengan menggelar acara Help Our Pets and Equine (HOPE). Acara ini merupakan bagian dari acara Agrisymphony 2018. HOPE sendiri digelar di Kebun Raya Bogor (KRB) pada Sabtu (15/9) dan pelataran Graha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Dramaga, Bogor, Minggu, (16/9).

“Selain sebagai bakti veteriner, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan dan pemeliharaan yang baik buat hewan peliharaan milik masyarakat Bogor dan sekitarnya,” jelas Vyola Tamara, Ketua Pelaksana acara ini sekaligus Ketua HKSA FKH IPB.

Untuk kegiatan di KRB, mahasiswa dari FKH ini melakukan sosialisasi tentang animal welfare dengan tukang delman di Bogor. Animal welfare sendiri terdiri dari empat prinsip yaitu bebas lapar dan haus, bebas sakit, bebas dari ketidaknyamanan, bebas berekspresi, dan bebas dari tekanan. Kegiatan ini diteruskan dengan pemberian obat cacing dan pembagian sembako kepada para penarik delman.

“Kami ingin melihat bagaimana kuda-kuda penarik delman di Bogor. Apakah animal welfare-nya terjamin atau tidak,” tutur Vyola.

HOPE berlanjut dengan pembukaan klinik hewan khusus anjing dan kucing di pelataran GWW. Klinik ini merupakan kerjasama dengan Dhomir 41 Pet Shop dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) FKH IPB. “Kami menyediakan grooming kering. Kami juga menyediakan vaksinasi, pemberian vitamin dan fish oil (minyak ikan) dan konsultasi dengan dokter hewan,” ungkap Vyola.

Salah satu hewan peliharaan yang menjadi pasien adalah Kebo, seekor anjing ras campuran. Anjing ini ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. “Kondisinya ada luka yang kotor dan muncul belatung,” jelas Vyola. Kondisi ini, di kalangan dokter hewan, disebut dengan miasis. Setelah beberapa hari perawatan, keadaan Kebo mulai membaik.

“Dengan melihat bakti veteriner ini, harapannya orang-orang yang punya hewan peliharaan ataupun mereka yang tidak memelihara bisa lebih mawas terhadap kesejahteraan dan kesehatan hewan-hewan di sekitarnya dan semakin banyak pemilik hewan peliharaan serta masyarakat sekitar yang menjadi peduli terhadap kesejahteraan hewan,” ujarnya. (RP/Zul)

Pewarta: Oleh Humas IPB

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018