Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran Rp5,5 miliar untuk membangun talut guna cegah abrasi di Kampung Warsa/Yenggarbun, Kabupaten Supiori, Papua.
"Panjang talut yang sedang dikerjakan hingga saat ini sepanjang 255 meter," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Supiori Lukas Mansawan dihubungi dari Biak,Kamis.
Ia mengakui fungsi talut sebagai dinding penahan gelombang air laut untuk mencegah abrasi dan longsor serta melindungi infrastruktur, seperti jalan, bangunan, dan pemukiman.
Selain itu, menahan tekanan dari air laut sehingga dapat mencegah banjir dan menjaga keamanan area di sekitarnya dari kerusakan akibat pergerakan luapan air laut.
Baca juga: Kodim Badung dan QNET tanam 4.000 mangrove jaga pesisir Bali dari abrasi
Baca juga: Pemerintah perjuangkan bangun pengaman pantai Matang Danau
Baca juga: MedcoEnergi tanam 5.000 pohon mangrove rehabilitasi Pantai Sederhana dari abrasi
Ia optimistis pembangunan talut program BNPB di Kampung Warsa selesai pada akhir 2025.
Ia mengharapkan, dukungan semua komponen masyarakat Kabupaten Supiori terhadap program pembangunan talut untuk penahan gelombang pasang air laut.
Disinggung wilayah Supiori merupakan kawasan rawan bencana, kata dia, karena letak geografis di bibir Lautan Pasifik sehingga menjadi daerah yang mempunyai potensi gelombang air laut.
"BPBD Supiori terus meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi bencana guna mengurangi risiko bencana yang bisa datang kapan saja dan di mana saja," katanya.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025