Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kaimana, Papua Barat memaksimalkan petugas kebersihan di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.

Kepala DLH Kaimana Yakob Surbay di Kaimana, Kamis, mengatakan untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, pihaknya terapkan kebijakan memperkerjakan kurang lebih 10 pekerja lepas untuk petugas kebersihan.

“Mereka melakukan pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir (TPA),” ujarnya.

Ia mengatakan, adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat pihaknya harus merumahkan belasan tenaga honorer petugas kebersihan sejak bulan Januari hingga Maret 2025.

Apalagi pemerintah pusat juga saat ini sudah menghentikan pengangkatan tenaga honorer daerah.

Baca juga: Petugas kebersihan di Lombok Tengah tetap siaga bersihkan sampah saat libur Lebaran
Baca juga: Bupati membagi-bagikan paket Lebaran untuk petugas kebersihan Luwu TImur

Kondisi tersebut sempat membuat terjadinya penumpukan sampah di beberapa titik dalam wilayah perkotaan Kaimana belakangan ini.

Kondisi tersebut membuat Pemkab Kaimana harus membuat kebijakan untuk mengatasinya dengan mempekerjakan 10 tenaga lepas sebagai petugas kebersihan.

Pihaknya tidak bisa memaksakan kehendak karena jumlah pegawai yang menanganinya terbatas, sementara wilayah layanannya juga cukup luas.

“Hal lain yang menyebabkan terjadinya penumpukan sampah yaitu sarana prasarana pemerintah yang terbatas. Dari sisi tenaga mengalami kekosongan, kemudian sarana prasarana juga kurang memadai,” katanya.

Dengan kondisi penuh keterbatasan tersebut, ia mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi masalah sampah.

Baca juga: Biak Numfor siapkan petugas khusus layani kebersihan selama libur Lebaran

Ia mengimbau warga untuk tidak langsung membuang sampah di TPS. Sampah untuk sementara diamankan di rumah masing-masing sambil menunggu petugas kebersihan datang.

“Karena kondisi keterbatasan ini kita imbau agar setiap sampah rumah tangga disimpan dulu di rumah, nanti ketika petugas sampah bersama armada datang barulah dikeluarkan untuk langsung diangkut ke TPA,” ujarnya.

Menurutnya, sampah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat karena sampah dihasilkan setiap individu.

Sedangkan Rudi, salah satu warga di Pasar Sayur Air Tiba berharap agar program Kaimana Nol Sampah yang selama ini dijalankan pemda kembali diaktifkan tanpa perlu melihat siapa yang mencanangkan.

Pasalnya, program tersebut selama ini sudah sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, serta instansi yang menangani juga bisa lebih fokus mengelola sampah.

Pewarta: Ali Nur Ichsan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025