Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengerahkan sekitar 300 petugas kebersihan ditunjang puluhan armada truk pengangkut sampah yang dibagi menjadi dua kelompok kerja siang dan malam selama libur Lebaran.

Kepala DLH Cianjur Komarudin di Cianjur, Selasa, mengatakan upaya penanganan cepat sampah yang menumpuk selama libur Lebaran terus dilakukan, sehingga tidak ada tumpukan sampah di sejumlah titik, terutama pusat keramaian di Cianjur.

Ratusan petugas dibagi menjadi dua kelompok yang menyisir sebagian besar jalan protokol di wilayah perkotaan, dimana 100 orang akan bertugas pada siang hari ditunjang 20 armada dan 200 orang pada malam hari ditunjang dengan 23 armada.

Sehingga, kata dia, saat pagi selama libur hari raya tidak ada tumpukan sampah yang terlihat di sepanjang jalur utama dan protokol Cianjur, termasuk tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di sejumlah titik.

Baca juga: Volume sampah di Cianjur meningkat 20 ton per hari saat puasa
Baca juga: DLH Cianjur tanam 500 bibit pohon mahoni di sejumlah titik jalur utama

"Kami pastikan saat pagi tidak ada tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan seiring tingginya volume kendaraan yang melintas serta di pusat keramaian dan TPS tidak ada sampah yang tidak terbawa ke TPAS Mekarsari," katanya.

Dia menjelaskan selama libur panjang Lebaran terjadi peningkatan volume sampah sekitar 25 persen atau 75 ton per hari, sehingga selama empat hari terakhir pihaknya mengangkut sampah sebanyak 375 ton ke TPAS Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon.

Seiring peningkatan yang terjadi, pihaknya menambah jadwal pengangkutan yang biasa sehari hanya tiga jadwal menjadi empat kali guna memastikan tidak ada sampah yang menumpuk, dimana peningkatan volume sampah terjadi di wilayah perkotaan dan Cipanas.

Baca juga: Cianjur angkut 16 ton sampah selama libur panjang akhir tahun dari sejumlah tempat

"Normalnya volume sampah di Cianjur per hari sekitar 300 ton, namun selama libur Lebaran mengalami kenaikan menjadi 375 ton per hari, sehingga jadwal pengangkutan ditambah menjadi empat kali dalam sehari," katanya.

Pihaknya terus menggencarkan upaya pemilahan sampah dari rumah sebelum dibuang ke TPS guna menekan volume sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari setiap harinya, sehingga usia TPAS dapat lebih panjang dan tidak terjadi gunungan sampah seperti di daerah lain.

"Kami terus berupaya mengurangi volume sampah yang masuk ke TPAS dengan cara memilah sampah dari rumah, sehingga hanya sampah yang tidak dapat didaur ulang yang dibuang," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026