Chicago (Antaranews Megapolitan/Xinhua) - Setelah sebelumnya berturut-turut mengalami kenaikan, kini harga emas berbalik turun tipis.

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun 1,50 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi menetap di 1.325,60 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membalikkan tren penurunan di sesi sebelumnya dan naik 0,03 persen menjadi 89,71 pada pukul 17.43 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena logam mulia yang diukur dalam dolar AS menjadi kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Namun, penurunan emas dibatasi oleh anjloknya saham-saham AS, dengan Dow Jones Industrial Average turun 248,91 poin atau 1,00 persen, ditutup pada 24.758,12 pada Rabu (14/3).

Ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya mendapat dukungan, karena investor mencari aset-aset "safe haven" seperti emas.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun sembilan sen atau 0,54 persen, menjadi menetap di 16,537 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun 5,80 dolar AS atau 0,60 persen, menjadi ditutup pada 961,50 dolar AS per ounce.

Penerjemah: A. Suhendar/Santoso.

Pewarta: Xinhua

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018