Purwakarta (Antara Megapolitan) - Para petani cabai seharusnya bisa menguntungkan atau merasakan pendapatan yang lebih saat terjadi kenaikan harga cabai yang cukup signifikan di pasaran, kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Kamis.

"Tingginya harga sayuran (cabai) seharusnya berimplikasi positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani," katanya, di sela-sela memantau harga cabai di Pasar Induk Cikopo, Bungursari, Purwakarta.

Ia mengatakan, kondisi riil saat ini para petani tidak bisa menikmati berkah kenaikan harga saat berbagai jenis sayuran yang mereka tanam mengalami kenaikan di pasar-pasar tradisional.

Menurut dia, kelompok yang menikmati kenaikan harga cabai di pasaran bukan petani, justru kelompok pemegang sektor distribusi yang mendapatkan keuntungan atau pendapatan lebih saat terjadi kenaikan harga.

"Seharusnya memang petani yang mendapatkan keuntungan lebih jika harga cabai naik, bukan pihak pengepul," kata dia.

Dedi menyatakan, seharusnya petani atau melalui kelompok tani bisa langsung menjual hasil komoditas yang mereka tanam kepada para pedagang di Pasar Induk Cikopo.

Jika petani atau kelompok tani bisa langsung menjual hasil komoditasnya kepada para pedagang pasar induk, itu berarti memperpendek jalur pendistribusian.

"Di Pasar Induk Cikopo ini banyak petani yang menjual langsung hasil panen mereka kepada para pedagang. Sehingga harga barang yang dijual bisa terjangkau," kata dia.

Sementara itu, dari pantauan di Pasar Induk Cikopo, Purwakarta, harga cabai mulai mengalami penurunan meski sebelumnya sempat naik hingga mencapai Rp120 ribu per kilogram.

Kini harganya sudah mulai turun menjadi Rp100 ribu. Sebelumnya harganya Rp120 ribu per kilogram.

Meski terjadi penurunan harga, tetapi harga cabai di pasar tersebut masih cukup tinggi. Karena sebelumnya, cabai itu harga normalnya Rp40-50 ribu per kilogram.

Pewarta: M. Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017