Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyemangati para pasien lanjut usia (lansia) yang menerima bantuan sosial untuk operasi katarak di Klinik Mata dr Hasri Ainun Habibi, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu.

"Enggak apa-apa ya pak, kemeng (bengkak) sebentar, yang penting nanti bisa lihat lagi lebih terang," ujar Mensos Risma kepada para lansia yang menyambutnya di tenda halaman Klinik Mata dr Hasri Ainun usai operasi katarak.

Mensos Risma menyampaikan bahwa operasi katarak sangat dibutuhkan sekitar 345 lansia yang terdaftar Kllinik Hasri Ainun untuk menerima bantuan operasi di wilayah Bogor dan tambahan 16 orang dari luar daerah yaitu Lebak, Banten.

Dalam kunjungan itu Mensos Risma didampingi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka dan Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu yang menyapa puluhan lansia saat sedang menunggu operasi.

Mensos Risma menerangkan Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) terus berkeliling ke semua daerah sebanyak 18 kali selama tahun 2023 untuk membantu operasi katarak bagi para lansia.

Menurut Risma, penanganan katarak perlu cepat karena berisiko pada kebutaan. Operasi kepada mereka yang kurang mampu, kata dia, diberikan agar para lansia dapat kembali produktif.

"Katarak membuat mereka kurang jelas melihat, kalau begitu bisa tidak produktif, perlu didampingi keluarga untuk aktivitas. Pendampingnya juga jadi tidak produktif," ungkap Mensos Risma.

Program Kemensos bersama yayasan, kata dia, untuk menjangkau mereka yang kurang mampu biaya operasi sendiri. Penyebaran bantuan telah dilakukan dari wilayah timur Indonesia hingga mengarah ke barat pada akhir tahun ini.

"Kami sudah ke Ternate juga Sumatera Barat. Kami lakukan terus, karena itu kami gandeng yayasan, karena ini risikonya cukup berat kalau terlambat," ujar Mensos Risma.

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023