Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menyambut baik daerahnya dijadikan pilot proyek 1 juta bayi unggulan Indonesia dalam upaya penurunan angka stunting secara nasional.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Abdul Rchim di Kota Bogor, Jumat, mengatakan penurunan stunting di Kota Bogor mendapat bantuan dari Perkumpulan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Indonesia (P3SI) melalui program 1 juta bayi unggul

"Kami menyambut baik P3SI menjadikan Kota Bogor pilot proyek bayi unggul, kita menunggu terobosan lainnya juga," kata Dedie.

Dedie menerangkan pemerintah pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting di Indonesia pada 2024 mendatang sebesar 14 persen. Dari data bulan timbang balita di Kota Bogor, kata dia, ada 3.850 anak dengan target penyelesaian 1.850 anak stunting.

 Baca juga: Berikut cara menjaga higienitas pada kulit bayi

Ia menunggu inovasi dan terobosan P3SI untuk menurunkan stunting dan memberi semangat semua pihak untuk turut membantu.

Rombongan P3SI telah mendatangi Balai Kota Bogor, Rabu (4/10). Kedatangan mereka membawa visi yang sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yakni pengentasan stunting.

Rombongan P3SI disambut langsung Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

"Program P3SI ini menjadi tambahan semangat kita bagaimana Kota Bogor juga berupaya melakukan pengentasan stunting, termasuk pencegahannya," jelas Dedie usai audiensi dengan P3SI di Paseban Narayana.

Baca juga: Pemkab Karawang gulirkan program Desa Bebas Stunting

Ketua P3SI, Siti Radarwati mengungkapkan, Kota Bogor dipilih menjadi pilot proyek program 1 juta bayi unggulan karena kedekatan dengan Ibu Kota. Dengan informasi yang terus berkembang cepat, Kota Bogor juga dianggap siap menerima program P3SI.

Siti menyebut, ada empat program yang dimiliki P3SI dan akan dijalankan di Kota Bogor. Pertama, melakukan edukasi terhadap calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga ibu yang memiliki balita.

Lalu kedua, melakukan program 1 juta bayi unggulan, yang mana dari 1.000 hari menjalankan program ini targetnya bisa menghasilkan bayi yang sehat.

Baca juga: Dokter: Bayi usia 48-72 jam wajib diikutkan dalam SHK antisipasi keterlambatan pertumbuhan

Ketiga, melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan jangkauan dari pada pencegahan dan penanggulangan stunting. Dan terakhir, P3SI juga akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan penambahan gizi dan asupan makanan bagi ibu-ibu hamil maupun balita.

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023