Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Bogor Barat Asep Wahyuwijaya mendesak pemerintah untuk bertindak cepat menangani dampak kebakaran Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Kang AW di Bogor, Kamis, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah cepat dan efektif dalam menanggulangi dampak kebakaran Pasar Leuwiliang.

"Duka mendalam untuk semua pedagang di Pasar Leuwiliang yang terkena dan terdampak musibah kebakaran. Mudah-mudahan semua bisa tabah dalam menerima musibah ini," ujarnya.

Kang AW menyadari betul kondisi ini tidak mudah bagi para pedagang di Pasar Leuwiliang. Namun, berserah, bertawakal dan berdoa kepada Allah agar mendapatkan pengganti rezeki yang hilang adalah jalan terbaik yang secara istiqomah harus dilakukan.

"Saya yakin, Insyaallah Allah akan memberikan kompensasi yang jauh lebih baik untuk semuanya. Aamin," sambung Wakil Ketua DPW Nasdem Jabar ini.

Kang AW juga menyampaikan beberapa saran kepada Pemkab Bogor untuk menanggulangi dampak kebakaran Pasar Leuwiliang.

Yang utama, harus ada langkah-langkah yang cepat dan efektif dalam menanggulangi bencana ini.

"Satu hal yang secara mendasar dan mesti dijadikan prinsip oleh jajaran Pemkab Bogor dalam melakukan agenda penanggulangan bencana kebakaran ini, yakni Pasar Leuwiliang adalah pasar terbesar di kawasan Bogor Barat, terang Kang AW.

Kondisi ini menandakan bahwa Pasar Leuwiliang merupakan pusat perputaran ekonomi terbesar di Bogor Barat. Dengan demikian, jika antisipasi penanganan bencana kebakaran ini lambat, maka secara prinsip perekonomian di Bogor Barat dikhawatirkan ikut terganggu.

"Banyak profesi selain pedagang yang secara langsung mengais rezeki di Pasar Leuwiliang ini, mulai dari petani yang mengirimkan hasil buminya, para upah panggul, tukang parkir hingga para supir angkot, belum lagi para pedagang kecil di kampung-kampung yang belanja ke Pasar Leuwiliang," beber Kang AW.

"Hemat saya, Bupati beserta jajaran Dinas Perdagangan serta Perumda Pasar Tohaga dan perwakilan pedagangnya harus segera duduk bersama dan bermusyawarah untuk melakukan antisipasi yang cepat dan taktis," lanjutnya.

Soal kebutuhan anggaran, bacaleg DPR RI dari Dapil Kabupaten Bogor ini menilai Pemkab Bogor bisa menggunakan anggara yang bersumber dari belanja tidak terduga (BTT).

Bahkan jika dimungkinkan, Bupati Bogor bisa juga meminta bantuan ke Gubernur Jabar agar anggaran BTT dari Pemprov Jabar bisa dibawa ke Pasar Leuwiliang.

"Pemerintah tidak bisa hanya menyampaikan turut berduka saja, tapi secara kongkrit mereka pun harus bisa menyelesaikan persoalannya dengan cepat," tandasnya.

Peristiwa api yang membakar ratusan lapak pedagang sembako, buah, dan pakaian itu dilaporkan terjadi mulai Rabu (27/9) sekitar pukul 20.00 WIB hingga Kamis pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan data Disdagin Kabupaten Bogor, dari sebanyak 590 kios yang ada di Pasar Leuwiliang, 550 kios di antaranya hangus terbakar. Kemudian, dari los berjumlah 641 lapak, sebanyak 580 lapak di antaranya ikut terbakar.

Tak hanya itu, peristiwa kebakaran yang berlangsung lebih dari 12 jam itu juga menghanguskan 450 lapak auning dan 35 lapak pedagang kaki lima (PKL).

Pewarta: ANTARA

Editor : M Fikri Setiawan


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023