Polisi mendamaikan konflik antara warga di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat yang terjadi pada Rabu (30/8) malam melalui jalur mediasi.

"Ya jadi hasil dari laporan yang kami terima dari masyarakat, ada kesalahpahaman sebenarnya, antara warga masyarakat di RW 07 Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan warga masyarakat di RW 10, Kelurahan Kapuk," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi, Kamis.

Ia menyebut pihaknya kemudian mempertemukan perangkat RW yang warganya berkonflik agar sepakat menyelesaikan masalah secara damai.

Baca juga: Polisi telusuri adanya temuan senjata api dan drone di Kampung Ambon

"Dalam menangani permasalahan ini kita pertemukan baik dari perangkat RW 07 maupun RW 10 dan bisa kita selesaikan secara kekeluargaan," kata Syahduddi.

Kemudian, lanjut Syahduddi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan dengan jalur mediasi.

"Kita buatkan perjanjian untuk kedua pihak untuk tidak mengulangi peristiwa ini kembali," lanjut dia.

Baca juga: Sebanyak 50 orang ditangkap saat penggerebekan Kampung Ambon

Lebih lanjut ia menuturkan untuk ke depannya akan dilakukan semacam kegiatan bersama untuk mencegah peristiwa ini kembali terjadi.

Adapun dalam konflik tersebut tidak ada korban jiwa.

"Tidak ada, tidak ada korban jiwa, karena murni kesalahpahaman dan kedua pihak sudah saling memaafkan dan bisa didiskusikan jalan keluar," katanya.

Ia menyebut pihaknya akan menambah patroli di kawasan tersebut untuk mencegah peristiwa yang sama kembali terjadi.

Baca juga: Cara baru edarkan narkoba di Kampung Ambon terungkap

"Sebenarnya kita juga rutin melaksanakan kegiatan patroli di kawasan ini dan dengan adanya peristiwa ini juga akan kita pertebal patroli, membantu kawan-kawan di Polsek Cengkareng," katanya.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023