Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan jajarannya menata pusat kota mulai dari revitalisasi pasar hingga perbaikan jalan. 

Bima Arya di Kota Bogor, Jumat, mengatakan program prioritas di ujung masa pemerintahannya akan mengubah wajah kota dan upaya itu perlu kerja keras bersama karena pekerjaan yang dilakukan cukup kompleks. 

"Pedagang akan direlokasi ke Pasar Jambu Dua. Plaza Bogor sesuai rencana April nanti setelah Lebaran akan dibongkar. Gang Pedati juga kembali ditata, Jembatan Otista juga akan dibongkar dan masih ada lagi lainnya," katanya. 

Bima mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bogor sejauh ini merumuskan program dengan mempertimbangkan dan menindaklanjuti masukan dan aspirasi masyarakat yang masuk dalam aplikasi Sibadra. Dengan memperhatikan itu, pertumbuhan ekonomi Kota Bogor cukup baik, begitu pula Jawa Barat. 

Dia menyebut, ada 11 prioritas yang harus diselesaikan bersama dalam penataan kota, yakni penataan pasar dan relokasi pedagang, perbaikan jembatan Otista dan rekayasa lalu lintas, pembangunan lanjutan Balai Ageung Batu tulis, konversi angkutan kota menjadi bus dan penuntasan pembangunan Masjid Agung.

Ada pula relokasi pedagang kaki lima (PKL), penataan taman, pedestrian, pelayanan serta sarana dan prasarana fasilitas umum.

Bima menerangkan bahwa penataan pasar saat ini sudah dimulai dari Pasar Induk Jambu Dua dan akan dilanjutkan dengan pembongkaran Plaza Bogor dan dibangun menjadi lokasi pasar bersih taman terbuka dan fasilitas lainnya, Pasar Sukasari, Pasar Merdeka dan penataan Pasar Kebon Kembang.

Setelah Pasar Jambu Dua selesai dibangun, pedagang di Pasar Bogor akan pindah ke sana.

Sementara, untuk penataan Pasar Kebon Kembang, DiskopUMKMdagin, Satpol PP, Dishub, PUPR dan PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ) serta aparatur wilayah diminta memperhatikan juga penataan fisik di sekitar Jalan Nyi Raja Permas, Dewi Sartika dan sekitarnya, termasuk proses pembangunan jembatan orang yang dibangun oleh DJKA (Direktorat Jenderal Perkeretaapian)

Ia pun meminta jajarannya tegas dalam mengawal penataan di sekitar Pasar Kebon Kembang, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Nyi Raja Permas sehingga akhir tahun nanti wajahnya akan berubah lebih rapi.

Di sisi lain, Bima pun menekankan, pelebaran Jembatan Otista yang diharapkan dapat mengurai kemacetan, ditargetkan dapat selesai dalam waktu 7,5 bulan selesai.  Proses lelang harus segera disiapkan oleh PUPR agar tidak ada keterlambatan pengerjaan dan antisipasi jika terjadi gagal lelang.

"Untuk PUPR agar permohonan tender maksimal, harus on time, arena begitu geser masalah nanti. Dishub, Kominfo bergerak untuk sosialisasi, untuk pengalihan arusnya. Jadi jembatan Otista akan ditutup beberapa hari setelah lebaran," katanya.

Dalam hal penataan transportasi umum, kata Bima, penuntasan konversi 3:1 dan 2:1 angkot ke bus yang harus dilakukan dengan maksimal dan serius.

"Saya sudah briefing detail Dishub. Saya minta hitungan detail," katanya.

Bima menyebutkan ada beberapa langkah, pertama konversi tiga angkot jadi satu bus. Kedua  angkot jadi satu bus, tahun ini akan tambah dua koridor lagi bus. Ketiga kompensasi. Keempat, tegas terhadap usia angkutan kota yang di atas 20 tahun tidak boleh lagi jalan. Kelima, rekayasa lalu lintas.

Baca juga: Wali Kota Bogor: Peningkatan kapasitas jalan akan naikan PAD

Baca juga: Pemkot Bogor dan Olympic tingkatkan kapasitas persimpangan jalan BORR

 

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Budi Setiawanto


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023