Bekasi (Antara Megapolitan) - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menargetkan pemindahan 60 persen pengendara pribadi ke angkutan umum di wilayah setempat hingga 2030 melalui serangkaian kebijakan terkait perbaikan transportasi massal.

"Kami diberikan tugas yang sangat berat oleh Presiden untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angutan umum sebanyak 60 persen hingga 2030," kata Kepala BPTJ, Elly Adhiani Sinaga di Bekasi, Sabtu.

Menurut dia, hingga saat ini masyarakat yang beraktivitas rutin di Jabodetabek menggunakan angkutan umum baru mencapai 15 persen.

"Sisanya 85 persen masih menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil dan motor," katanya.

Dikatakan Elly, perjalanan di Jabodetabek berdasarkan penelitian pihaknya pada 2015 mencapai 47,5 juta jiwa per hari.

"Apakah situasi ini harus dibiarkan, sebab semua jalan-jalan di Jabedetabek akan macet total," katanya.

Menurut dia, pemerintah selama ini tidak tinggal diam dengan situasi kemacetan lalu lintas, sehingga dikeluarkan sejumlah kebijakan yang bertujuan memperlancar arus lalu lintas kendaraan.

"Sudah banyak rekayasa transportasi yang dijalankan untuk mengurai kemacetan di Jabodetabek. Bus Transjakarta, MRT Jakarta dan Monorail Jakarta sudah direncanakan beberapa dekade lalu, dan baru-baru ini saja dapat direalisasikan," katanya.

Ally optimistis target tersebut dapat diraihnya bila pemerintah pusat dan daerah mau bersinergi mengeluarkan kebijakan yang mendukung lancarnya arus lalu lintas.

"Pemerintah daerah harus mendukung agar pengguna angkutan umum tahun 2019 bisa kita tingkatkan lagi menjadi 40 persen," katanya.

Rangkaian kebijakan pihaknya yang tertuang dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) salah satunya mengatur tentang realisasi Bus Transjabodetabek ekspress dan memperbanyak angkutan di sejumlah permukiman penduduk.

"Sebenarnya pelayanan Bus Transjakarta baru-baru ini saja menembus batas administrasi wilayah Provinsi DKI Jakarta, namun belum banyak dan belum mencapai semua wilayah. MRT Jakarta dan LRT bahkan sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016